News Room, Sabtu ( 12/07 ) Keberhasilan reformasi sangat bergantung dari kualitas kepemimpinan yang dapat meningkatkan birokrasi, serta membangun kader-kader (staf) untuk menjadi pemimpin. Selain itu harus memiliki tanggungjawab kepada publik dan anggota organisasi. Hal itu dikatakan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Sunarno, SH, MSc pada penutupan Pendidikan dan Latihan Pimpinan (Diklatpim) Tingkat II Angkatan XXVI/ 2008 di Badan Diklat Propinsi Jatim, Jl. Balongsari Tama Surabaya, kemarin. Sosok pemimpin sejati tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter, namun harus memiliki rangkaian metode kepemimpinan yang efektif. Pemimpin harus memiliki visi yang jelas, menjadi inspirator perubahan, dan menjadi pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter, integritas, serta kepemimpinannya, namun harus dapat menunjukkan perilaku spiritual dan tidak hanya memikirkan duniawi saja. Sebagai pimimpin birokrasi, harus memiliki spirit untuk maju, berubah dan berkembang dimulai dari diri sendiri. Sedangkan pendidikan dan latihan hanya untuk referensi akademis untuk dikembangkan. Kelemahan yang terdapat pada birokrasi perlu segera diatasi dengan peningkatan profesionalisme aparatur, karena tanpa profesionalisme akan terjebak pada perangkap keterbelakangan birokrasi itu sendiri. Munculnya sosok pemimpin birokrasi yang andal mampu memberikan pelayanan terbaik sebagai pertanggungjawaban pada masyarakat dan bangsa. Para alumni Diklatpim yang saat ini sebagai pimpinan birokrasi yang dipercaya memangku jabatan eselon II tugas utamanya yakni melakukan transformasi atau perubahan kearah yang lebih baik. Perubahan yang kita inginkan bukanlah sekedar perubahan dalam pengertian berbeda dari sebelumnya, melainkan perubahan yang secara signifikan mempengaruhi kehidupan, organisasi dan masyarakat. Hal tersebut dapat dicapai jika para pemimpin mampu melakukan perubahan yang berkualitas, mempunyai pandangan ke depan tentang apa yang ingin dituju. Selain itu, kemampuan untuk melihat persoalan secara sistemik dan memiliki kemampuan membangun jejaring di lingkungan kerjanya dan dengan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya. ( JNR, Esha )