News Room, Selasa ( 09/10 ) Tingginya kebutuhan darah di Kabupaten Sumenep, memaksa Palang Merah Indonesia (PMI) cabang setempat, untuk bersikap hati-hati dalam memeriksa darah dari para pendonor. Karena, hasil uji laboratorium didapati 25 kantong darah tersebut, terinfeksi penyakit Hepatitis B. Akibatnya, puluhan kantong darah hasil pendonor terpaksa dimusnahkan. Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Sumenep, dr. H. Moh Saleh, AS menjelaskan, sejak awal Oktober ini, pihaknya mendapatkan donor darah dari warga setempat sebanyak 250 kantong, namun 25 kantong diantaranya tidak bisa dipakai untuk didonorkan. “Pendonor pada awal Oktober memang cukup banyak hingga mampu 250 kantong darah. Tapi, hasil uji laboratorium ternyata 25 kantong terinfeksi penyakit Hepatitis B. Sehingga tidak bisa dipakai/didonorkan, makanya langsung kami musnahkan,”kata Saleh, di PMI Sumenep, Selasa (09/10). Saleh menjamin, darah yang tersedia di PMI sudah dalam kondisi steril (bebas dari penyakit), karena telah melalui uji laboratorium dan secara langsung bisa dipakai oleh warga yang membutuhkan. “Warga Sumenep tidak perlu khawatir akan keberadaan darah di PMI setempat. Karena, setelah kami mendapat darah dari pendonor langsung dilakukan uji di laboratorium guna mengecek kondisi darahnya. Sebab, darah yang akan didonorkan itu harus bersih dari 4 penyakit, yakni HIV/AIDS, Hepatitis B dan C, serta Sipillis,” terangnya. Sedangkan persediaan darah di PMI Sumenep, kata Saleh, tidak bertahan lama karena langsung didistribusikan pada warga yang membutuhkan. “Kebutuhan darah di Sumenep ini, tiap bulan bisa mencapai 450 kantong. Sementara persediaan darah sangat terbatas dan bergantung pada pendonor. Makanya, setiap ada pendonor langsung dipakai. Sehingga, terlihat habis untuk persediaan darah di PMI setempat,” ujarnya. Saleh mengungkapkan, guna memenuhi kebutuhan darah tersebut, pihaknya selalu meningkatkan kerjasama dengan seluruh pihak, baik Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kepolisian, Kodim 0827, Kejaksaan, Lembaga Pendidikan, dan Organisasi Kemasyarakatan setempat. “Kami tidak berdiam diri, tapi terus menjalin kerjasama dengan semua lapisan masyarakat di Sumenep, agar mau mendonorkan darahnya di PMI. Alhamdulillah, selama ini kebutuhan darah yang diajukan ke PMI bisa kami penuhi,”ungkapnya. ( Nita, Fery )