News Room, Selasa ( 25/10 ) Sebanyak 50 aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep, Selasa (25/10) pagi, memberikan kado pada satu tahun pemerintahan KH. A. Busyro Karim-H. Soengkono Siddik, sebagai Bupati-Wakil Bupati Sumenep, dengan menggelar aksi demo tagih tujuh janji politik Abussidik yang terlupakan. Puluhan aktivis ini memulai aksinya didepan taman adipura, lalu bergeser ke Gedung DPRD Sumenep, yang diwarnai teatrikal tidurnya sebagian aktivis di trotoar depan gedung DPRD setempat, sambil membakar kemenyan. Korlap aksi, Suryadi Syah, menjelaskan, aksi teatrikal tersebut, dimaksudkan untuk membuang oknum-oknum yang berada dibalik Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si. “Embel-embel dibelakang Bupati saatnya dibuang, agar Pemerintahan Sumenep berjalan sesuai keinginan masyarakat umum. Bukan lagi mengedepankan kepentingan politik, tapi harus mementingkan kebutuhan publik,”kata Suryadi, ketika ditemui disela-sela aksi di depan Gedung DPRD Sumenep, Selasa (25/20). Menurut Suryadi, 7 janji politik yang terlupakan adalah pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep sangat lamban dan diskriminasi pelayanan terhadap masyarakat miskin. Kemudian, kesejahteraan guru sampai saat ini tidak diperhatikan, diskriminasi pembangunan infrastruktur antara di pelosok dengan perkotaan, sehingga memperlambat pengembangan ekonomi masyarakat bawah. “Selanjutnya, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) belum gratis. Mestinya, bantuan sosial itu tetap bantuan sosial, tidak boleh diplintir sebagai ganti bayar pajak. Masih rumitnya pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Transportasi laut yang belum memihak masyarakat kepulauan, akibatnya sempat terjadi laka laut dengan menewaskan 13 warga Desa Goa-Goa, Kecamatan/Pulau Raas, serta pengelolaan aset-aset daerah yang tidak maksimal. Seharusnya, janji politik itu sudah terlaksana, mengingat pemerintahan Abussidik berjalan 1 tahun,”terangnya. Suryadi berjanji akan terus menagih janji politik Abussidik tersebut, hingga terealisasi sepenuhnya. “Kami tidak akan berhenti sampai disini. Kalau janji Abussidik belum terwujud, kami akan terus melakukan aksi,”ungkapnya. Orasi aktivis PMII yang awalnya berjalan normal, tiba-tiba berubah memanas saat mobil Innova plat merah nopol M 1083 VP, yang dinaiki Wakil Ketua DPRD Sumenep, Faisal Mukhlis mencoba masuk ke gedung DPRD Sumenep. Mereka pun langsung menghentikan mobil itu, dan meminta Faisal turun menemui para pendemo. Karena terus didesak, akhirnya Wakil Ketua Dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, memenuhi permintaan para pendemo. “Perbaikan Pemerintahan di Sumenep sudah dilakukan, namun akan ditingkatkan. Sekarang, kami berupaya merampungkan 17 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Insya Allah, akhir tahun 2011 nanti semua Raperda akan tuntas,”ujar Faisal didepan para aktivis PMII Sumenep. Puas beraudiensi di depan Gedung DPRD Sumenep, para aktivis PMII Sumenep melanjutkan aksinya ke depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. ( Nita, Esha )