DPRD Sumenep News: Rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM, ternyata mendapat penolakan keras dari elemen mahasiswa. Kali ini, puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Sumenep menyuarakan aspirasinya melalui aksi demonstrasi di gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Jum’at (09/05). Menurut koordinator lapangan aksi demo, Muhri Zain, menjelaskan bahwa tindakan pemerintah pusat untuk menaikkan harga BBM akan menambah beban penderitaan masyarakat. Oleh karena itu, aksi demo yang dilancarkan oleh PMII cabang Sumenep murni merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi perekonomian Indonesia yang semakin terpuruk. Perlu diketahui kenaikan harga BBM yang direncanakan diberlakukan pada bulan Juni 2008 merupakan kenaikan yang ketiga kalinya selama pemerintahan SBY. Disamping itu, PMII cabang Sumenep juga mendesak DPRD Kabupaten Sumenep untuk segera mengirimkan surat pernyataan penolakan kenaikan harga BBM ke pemerintah pusat sebagai kroscek atas kebijakan yang tidak memihak rakyat. Menanggapi tuntutan dan aspirasi organisasi mahasiswa islam tersebut, Jamaluddin SE, wakil ketua Komisi B, menyatakan bahwa DPRD Kabupaten Sumenep memiliki komitmen untuk tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan menolak tegas kenaikan BBM yang akan segera diberlakukan oleh pemerintah pusat. Selanjutnya, pimpinan dan anggota Komisi B bersama – sama membubuhkan tanda tangan ke spanduk sebagai bentuk pernyataan dukungan penolakan kenaikan harga BBM. Akhirnya, tepat pukul 09.20 WIB, para demonstran membubarkan diri secara tertib (Bim, Humas & Publikasi DPRD Sumenep)