News Room, Selasa ( 20/03 ) Pimpinan Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, hingga saat ini belum menemukan adanya penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah setempat, baik daratan maupun kepulauan. Kapolres Sumenep, AKBP Dirin menjelaskan, pengawasan terhadap pendistribusian BBM terus dilakukan menjelang kenaikan harga pada tanggal 1 April 2012. “Pengecekan ditempat yang biasa menyalurkan BBM selalu kami awasi. Hasilnya sementara, kami belum menemukan adanya penimbunan BBM. Hingga saat ini semua berjalan lancar,”katanya. Menurut Kapolres, meski masih aman atau tidak ditemukan penimbunan BBM, namun pihaknya mewaspadai penyaluran ke kepulauan, melalui agen-agen tertentu. “Kami waspadai penyaluran BBM ke pulau. Karena kalau sudah berada di lautan susah kontrolnya. Makanya, pengawasan ditiap pelabuhan juga diintensifkan,”terangnya. Untuk memudahkan mengontrol penyaluran BBM kekepulauan, kata Kapolres, pihaknya meminta pada pejabat yang tergabung dalam musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), agar memperketat ketika akan memberikan rekomendasi. “Setiap yang diberi rekomendasi itu, kami instruksikan pada masing-masing kapolsek supaya mengecek secara betul, termasuk ketika BBM sudah tiba dilokasi untuk dicek kembeli. Sesuai tidak dengan isi rekomendasi tersebut,”ungkapnya. Kapolres mengungkapkan, memperketat rekomendasi dianggap paling tepat meminimalisir adanya penimbunan BBM. “Sekarang ini kondisinya sangat rawan hingga pemberlakukan kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, penjagaan ditiap SPBU terus kami lakukan guna menghindari pembelian BBM berlebihan. Tentunya bagi konsumen yang membawa jerigen harus dicek, terkait keperluannya,”pungkasnya menambahkan. ( Nita, Esha )