Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-02-2010
  • 336 Kali

Polisi Tetap Awasi Warga Mengaku Sebagai Nabi

News Room, Selasa ( 23/02 ) Jajaran Polres Sumenep, tetap melakukan pengawasan terhadap Samawiyah (30), warga Desa Angon-Angon, Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean) yang mengaku nabi. Pengawasan itu dilakukan bersama antara petugas kepolisian dan Muspika setempat serta tokoh agama sebagai bentuk pembinaan termasuk 25 orang pengikutnya yang mayoritas keluarga dekatnya. Kasat Intelkam Polres Sumenep, AKP Endri Prasetyo Utoro mengatakan, pengawasan dilakukan agar ajaran sesat yang disebarkan dan sudah ada pengikutnya dihentikan. “Jangan sampai kegiatan yang sudah jelas menyesatkan itu tetap berlangsung,”kata Endri pada wartawan di kantornya, Selasa (23/02). Ia menjelaskan, sesuai laporan yang diterimanya, pertemuan antara Muspika, tokoh masyarakat, serta tokoh agama dengan perempuan yang mengaku nabi tersebut belum tuntas. Sebab saat pertemuan berlangsung yang bersangkutan pingsan. “Akibatnya, semua pertanyaan yang diajukan oleh MUI setempat, tidak bisa dijawab. Karena sering pingsan ketika diajukan pertanyaan, maka pertemuan dihentikan,”ungkapnya menuturkan. Bahkan, kata Endri, para pengikutnya juga tetap dalam pengawasan aparat, meski sudah mengatakan taubat dan akan kembali kejalan yang benar. Sebelumnya, Samawiyah yang sempat ganti nama pada Ny. Siti Hajar ini mengaku nabi setelah mendapat bisikan. Ajarannya, setiap warga muslim tidak perlu naik haji karena dalam dirinya sudah ada Ka'bah dan diwajibkan puasa terus menerus selama hidup. Bahkan, Ibu tanpa anak dan suaminya yang bekerja di Malaysia ini mengaku telah memindah 5 orang yang sedang disiksa di neraka ke surga. ( Nita, Esha )