News Room, Sabtu ( 28/02 ) Tokoh politik senior Sumenep, Drs. KH. Warits Ilyas mengingatkan para politisi khususnya di Sumenep tidak menghalalkan segala cara untuk melakukan upaya kotor dalam berkompetisi pada Pemilu 2009 ini. Sebab, hal itu selain dapat mencederai figur dirinya, juga dapat berdampak pada perjuangan Parpol itu sendiri. Hal itu karena disinyalir setelah keputusan (Mahkamah Konstitusi (MK), tentang sistem kompetisi penuh, banyak Calon Legislatif bersaing tidak hanya antar partai, namun terjadi di partainya sendiri. Karena itu, khususnya pada para Calon Legislatif daerah hingga pusat di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) utamanya di Sumenep ini, KH. Warits berharap dalam berkompetisi harus sehat antar kader Partai, jangan sampai saling menjatuhkan temannya sendiri. "Saya berharap kepada para caleg untuk tidak ada niat mengalahkan teman sendiri. Dan yang harus menjad tujuan utamanya adalah bagaimana membesarkan partai, dan bukan malah berkompetisi untuk kepentingan dirinya sendiri,"ujar KH. Warits. Pihaknya mempersilahkan semua caleg berkompetisi dengan sehat dan murni untuk kepentingan Partai, namun tetap tidak boleh merasa paling besar dan sombong. Sebagai Ketua DPC PPP Sumenep, dirinya akan terus mengawasi dan menegur kader partai yang melakukan hal-hal diluar ketentuan partai. Sebab, Partai bukanlah alat satu-satunya untuk membesarkan dirinya sendiri, namun bagaimana bahu membahu membesarkan partai untuk menjadi pengabdi kepada masyarakat. Jadi, ketika dirinya duduk sebagai wakil rakyat, tidak hanya ongkang-ongkang kaki saja. Namun, bagaimana menjadikan jabatannya itu sebagai tanggung jawab dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kalau jabatan yang akan diperoleh hanya untuk mengejar kedudukan dan uang dan bukan untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara, sebaiknya tidak perlu menjadi wakil rakyat. Ditegaskan mantan anggota DPR-RI sejak 1982 hingga 1992 dan DPRD Sumenep sejak 1992 hingga 1998, dan pada 2004 hingga saat ini, lebih baik mencari penghasilan diluar, dari pada hanya menggerogoti uang rakyat. Ditanya soal ketidak ikutannya dalam pencalegan bulan April 2009 mendatang, KH. Warits, mengaku dirinya harus menyadari dengan banyaknya kekurangan dalam berbagai hal, terkait usianya yang sudah semakin tua. Disamping itu, memberikan peluang kepada yang masih muda dan memiliki kestabilan jiwa yang sehat untuk memperjuangkan rakyat. Bahkan sejak tahun 2004 lalu, sebenarnya dirinya sudah ingin istirahat, namun dengan berbagai dan permintaan kader yang lain, karena salah satu Daerah Pemilihan (Dapil) ada yang kosong, maka dirinya berkenan yang kemudian terpilih hingga duduk di Wakil Ketua DPRD Sumenep periode 2004-2009 ini. Namun untuk menjabat 5 tahun kedepan, KH. Warits mengaku tidak akan memaksakan diri, karena berbagai alasan manusiawi. ( Ren, Esha )