News Room, Sabtu ( 06/07 ) Sebanyak 500-an aparat Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, dikerahkan untuk menenangkan massa dalam pemaparan visi-misi dari 2 kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2013. Masing-masing kandidat didampingi ribuan massa, akibatnya personel kepolisian yang tak sebanding dengan massa yang ada membuat aparat kelimpungan. Karena, kedua massa kandidat itu terlibat bentrok akibatnya aksi saling dorong pun tak terhindari. Negosiasi yang dilakukan aparat kepolisian tak membuahkan hasil. Massa 2 kubu tersebut tetap saling serang dengan melempar batu dan kayu. Bentrok antar massa itu bisa dikendalikan, setelah polisi menambah kekuatan dan memukul mundur massa dengan melepaskan tembakan gas air mata. Peristiwa itu terjadi di halaman Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Sumenep, pada Sabtu (06/07) pagi, saat latihan pra operasi “Mantap Praja Pilgub Jatim 2013”. Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, menjelaskan, latihan ini sebagai bentuk kesiapan personel polres setempat siap mengamankan berbagai tahapan Pilgub Jatim 2013, mulai masa kampanye, pencoblosan, penghitungan suara hingga penetapan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim terpilih. “Ratusan perosnel kami sengaja diturunkan dalam latihan ini, agar meraka paham dan mengerti dalam mengambil sikap saat mengamankan tahapan Pilgub Jatim 2013. Intinya, kami siap memberikan pengamanan pelaksanaan Pilgub Jatim ini,”tandasnya. Menurut Kapolres, proses pengamanan di Kabupaten Sumenep kemungkinan besar berbeda dibandingkan daerah lain di Pulau Madura, karena terdapat wilayah kepulauan. “Tapi, untuk kepentingan Pilgub Jatim, bagi kepulauan kami siapkan kapal khusus yang ada di Satpolair. Sewaktu-waktu bisa dipakai kalau kondisi emergency,”terangnya. Kapolres menegaskan, untuk saat ini, kondisi di wilayah Polres Sumenep masih kondusif. “Belum ditemukan adanya tindakan mencurigakan dari masyarakat, yang akan menggagalkan pelaksanaan Pilgub Jatim 2013,”tegasnya. ( Nita, Esha )