Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-10-2009
  • 680 Kali

Polres Tingkatkan Pengawasan Di Yayasan Salsabila

News Room, Kamis ( 08/10 ) Kepolisian Resor (Polres) Sumenep meningkatkan pengawasan di Yayasan Salsabila, pasca penyerahan diri Aris Makruf alias Aris, salah seorang yang diduga terkait kasus terorisme, kepada (Kapolres) Temanggung, Jawa Tengah, AKBP Zahdi. Pada Jumat (02/10) malam sekitar pukul 23.30 WIB, Aris menyerahkan diri pada Kapolres Temanggung, dan langsung dibawa ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Kapolres Sumenep, AKBP Umar Effendi mengatakan, peningkatan pengawasan ini, dikarenakan Aris beralamat di Jalan Payudan Barat Nomor 3, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep. Di Desa Pabian, Jalan Payudan Barat Nomor 3 adalah alamat Kantor Yayasan Salsabila yang salah satunya menaungi Pondok Pesantren Hidayatullah, sejak tahun 1996. “Untuk sementara, kami belum bisa petakan, apakah harus ada tindakan khusus atau tidak. Tapi, kami selalu koordinasi dengan Polda Jawa Timur, utamanya dengan Densus 88,”tegas Kapolres pada wartawan di kantornya, Kamis (08/10). Ia menjelaskan, karena ini merupakan atensi Kapolri, pihaknya akan tetap melaksanakan tugas seperti biasanya. “Kalau persoalan ini masih dalam taraf yang belum memerlukan tindakan kepolisian yang merupakan upaya paksa, ya kami hanya bisa lakukan pengawasan saja,” ungkapnya. Yang pasti, lokasi Yayasan Salsabila saat ini dalam pengawasan Polres Sumenep. Sementara, Ketua Yayasan Salsabila di Kabupaten Sumenep, Warsito, membenarkan, jika Aris Makruf alias Aris, tinggal di Yayasan Salsabila, sejak tahun 1996, yang berprofesi sebagai guru. Namun, sebelumnya pihaknya tidak mengenal namanya Aris, karena yang bersangkutan selama ini mengaku bernama Nizar. “Awalnya saya tidak tahu. Karena, pertama kali datang ke Yayasan Salsabila ini mengaku bernama Nizar. Kami baru mengetahui dia bernama Aris, saat menikah pada 3 bulan lalu,” pungkasnya. Warsito mengaku, dengan kondisi ini, pihaknya merasa dirugikan. Sebab, nama yayasan yang dipimpinnya tercemar. “Tapi, saya belum bisa melakukan tindakan apapun. Saat ini, saya hanya berusaha menenangkan istrinya Aris, yang sedang hamil 2 bulan, karena sempat shock mendengar pemberitaan tersebut,” ujarnya. ( Nita, Esha )