Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-11-2008
  • 1066 Kali

Ponpes Al-Karimiyyah Desa Braji Kembangkan STIA

News Room, Selasa ( 11/11) Pendirian Lembaga Perguruan Tinggi di dunia Pondok Pesantren (Ponpes) dari tahun ke tahun terus bergulir. Buktinya, kali ini Pondok Pesantren Al-Karimiyyah Desa Braji Kecamatan Gapura mengembangkan Sekolah Tinggi Islam (STIA) dengan program study Kependidikan Islam dan Bahasa Arab. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdla Siraj, SE, MM pada acara peresmian STIA Al-Karimiyyah, Selasa (11/11) mengatakan, Pemerintah Kabupaten sejatinya menyambut baik perkembangan perguruan tinggi di Pondok Pesantren, alasannya, akan memicu semangat masyarakat untuk mengenyam dunia pendidikan. Berdasarkan data lembaga perguruan tinggi, saat ini mencapai 10 lembaga, dan perkembangan perguruan tinggi yang semakin tajam dibawah naungan Pondok Pesantren dengan prosentase mencapai 80 persen. ”Dari 10 lembaga, sebanyak 8 lembaga, baik institut (IDIA) dan STIA di kelola Pondok Pesantren, sedangkan diluar Pondok Pesantren hanya 2 saja, yakni Universitas Wirarija dan STKIP Sumenep,”tegasnya. Bupati menyatakan, yang terpenting lembaga perguruan tinggi di Pondok Pesantren harus tetap bercirikan keulamaan, sebab sifat dasar keilmuannya berdasarkan agama, dan hasilnya minimal santri keluaran Pondok Pesantren menjadi kyai dan ustadz. Ditempat yang sama Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Drs. KH. Busyro Karim, M.Si menuturkan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga kwalitas dan kwantitas, agar lulusannya benar-benar bisa memberi manfaat bagi masyarakat, sebab dewasa ini disinyalir perguruan tinggi hanya menjadi ajang bisnis semata, tidak untuk peningkatan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM). ”Pendekatan yang harus dilakukan tentu saja setiap saat meningktakan kwalitas dan kwantitas, sebab disinyalir perguruan tinggi hanya mengejar ijazah belaka dan menjadi industri kecil untuk mencapai keuntungan yayasan dan pengurusnya,” ungkap KH. Busyro Karim yang juga sebagai Ketua DPRD Sumenep itu. KH. Busyro Karim menekankan mahasiswa untuk membudayakan membaca dan menulis tidak hanya sekedar menjadi pendengar saja, bahkan yang terpenting berkreatifitas melahirkan karya, termasuk melakukan penelitian ditengah-tengah masyarakat. Sementara itu peresmian berdirinya Sekolah Tinggi Islam Al-Karimiyyah (STIA) dilakukan oleh Ketua Kopertis Wilayah IV Surabaya, Prof. Dr. Moh. Ridlwan Nasir, MA.( Yasik, Esha )