Gapura-Kominfo News Room : Pelaksanaan Pekan Olahraga Propinsi (Porprop) Jatim II tahun 2009 harus lebih baik dari yang sekarang. Keberhasilan pelaksanaan pada Porprop Jatim I tahun 2007 harus dapat dijadikan modal untuk menjadi yang lebih baik. Ketua Umum KONI Jatim, H. Imam Utomo pada ceremony penutupan Pekan Olahraga Propinsi (Porprop) Jatim I tahun 2007 di Kampus C Unair Surabaya, Kamis kemarin (08/11) mengatakan, pelaksanaan Porprop I tahun 2007 telah berhasil dilalui dengan baik, berbagai prestasi dan atlet baru telah ditemukan kembali. Hal ini tentunya akan menjadi aset berharga untuk di masa mendatang. Pada pelaksanaan Porprop II 2009, semua harus disiapkan menjadi lebih baik termasuk menutupi semua kelemahan dan kekurangan yang terjadi pada Porprop tahun ini. Kepada Ketua Panitia Pelaksana ke depan hendaknya dapat memberitahukan kepada KONI daerah tentang aturan serta cabang olahraga yang akan dipertandingan. Sehingga masing-masing daerah bisa mempersiapkan atletnya dengan maksimal, dengan harapan agar persaingan antar atlet yang ada semakin berimbang. Pada Porprop I tahun 2007, kekuatan masih didominasi oleh kota-kota besar yang ada di Jatim, yakni Surabaya, Malang dan Kediri. Untuk itu, yang akan datang harus dilaksanakan di luar Kota Surabaya. Hal itu dilakukan agar dapat memotivasi pembinaan atlet di daerah serta kemampuan atlet akan lebih merata. Semua ini dilakukan karena Porprop memiliki tujuan utama, yaitu mencari bibit atlet yang ada di Jawa Timur, khususnya untuk usia 21 tahun yang notabene nantinya dapat dipersiapkan untuk diturunkan pada PON XVIII tahun 2012. Tentang keberhasilan Kota Surabaya menjadi juara umum, ini dikarenakan Kota Surabaya masih memiliki kekuatan yang belum tertandingi atlet daerah lainnya. Hal ini terbukti, dari prestasi yang dibuktikan para atlet Kota Pahlawan ini yang masih tak tergoyahkan dengan menggondol gelar juara umum pada even terbesar yang ada di Jatim. Sementara itu, kontingen Kabupaten Sumenep hingga akhir klasemen perolehan medali berada pada urutan ke 11, dengan meraih 2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu, total poin 15. Perolehan 2 medali emas tersebut diraih melalui cabang olahraga atletik Jalan Cepat 5.000 meter putera, atas nama Misnatun, dan cabang olahraga Pencak Silat Kelas E putera, atas nama Ach. Nur Brata, sedangkan 3 medali perak, masing-masing diraih melalui cabang olahraga atletik Jalan Cepat 5.000 meter puteri atas nama Ernawati, dan cabang olahraga Catur Perorangan putera atas nama Fathorrozi, serta Catur Cepat puteri atas nama Wardatul Mutmainnah. Pesilat Bambang Dodiyanto yang bertanding dalam kelas A putera, harus puas dengan medali perunggu, karena cedera kaki yang dideritanya. ( Adjie, Esha )