News Room, Sabtu ( 28/12 ) Potensi cabe jamu di Kabupaten Sumenep semakin menggeliat seiring harga cabe jamu yang semakin tinggi. Bahkan, sejumlah petani yang dulunya menjadikan tanaman tembakau sebagai daun emas, dalam beberapa tahun justru berubah menjadikan cabe jamu sebagai tanaman primadona Seperti halnya yang banyak dilakukan petani di Desa Aengbajakenek Kecamatan Bluto, yang hampir setiap jengkal lahan milik petani ditanami dengan cabe jamu. Bahkan, yang sebelumnya tanaman cabe jamu hanya ditanam di pinggir lahan tegalan, kali ini sudah banyak yang membudidaya di tengah lahan yang sebelumnya ditanam berbagai macam tanaman. “Sebab, dalam beberapa tahun harga cabe jamu makin tinggi, dan saat ini sudah mencapai Rp. 95.000,00 perkilogram.”ungkap Kepala Desa Aeng Baja Kenek, Moksin kepada News Room, Sabtu (28/12). Menurutnya, harga cabe jamu merangkak naik sejak 2 tahun lalu yang awalnya hanya di bawah Rp. 40.000,00 kali ini sudah lebih dua kali lipatnya. Sehingga wajar masyarakat di desanya yang mayoritas petani beralih untuk membudidaya tanaman cabe jamu. Bahkan, tegas Moksin, potensi usaha tanam cabe jamu tidak hanya diminati masyarakat di desanya. Namun, para pengusaha luar desa turut melirik potensi cabe jamu. Hal itu terbukti banyak lahan perkebunan yang dibeli oleh pengusaha untuk membudidaya tanaman cabe jamu. “Mudah-mudahan usaha pertanian masyarakat semakin baik kedepan. Dan kesejahteraan masyarakat juga makin meningkat .”pungkasnya. ( Ren, Fer )