News Room, Rabu ( 01/07 ) Hampir bisa dikatakan banyak elemen masyarakat yang sekarang masih kurang peka akan kelestarian dan keberlanjutan sumber daya ekosistem pesisir, hal ini apabila tidak di tanggapi secara serius akan menimbulkan dampak yang cukup berbahaya ke depannya.
Kita tidak mungkin juga hanya bisa menikmati keindahan suatu tempat tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya bagi generasi penerus. Seperti yang diungkap Arbaena (50 tahun), warga Sukajeruk Masalembu, bahwa saat ini banyak ekosistem pesisir dan laut yang rusak akibat ulah tangan manusia.
“Dulu misalnya, saat saya masih remaja, mencari ikan tidak sulit. Karena saat itu terumbu karang masih belum mendapat sentuhan tangan jahil manusia. Tapi sekarang sebaliknya,”kenang ibu satu anak ini pada News Room.
Kekayaan alam juga saat ini justru dinikmati oleh orang-orang di luar daerahnya. Bayangkan saja, ternyata masih banyak warga lokal Masalembu yang belum tahu rasa ikan tangire (tengiri; red), salah satu jenis ikan termahal di sana. Usut punya usut, ternyata ikan itu tak sampai ke daratan, melainkan langsung dijual di tengah laut.
“Harganya mahal. Satu kilonya sekitar Rp. 25.000,00. Satu ekornya bisa sampai 5 kilogrm lebih. Jadi, masyarakat nelayan lebih suka dijual daripada dikonsumsi sendiri,”jelas Mak Ina (panggilan akrabnya; red).
Warga Masalembu lainnya, Khuzaimah mengatakan, yang juga menjadi titik masalah sekarang, optimalisasi potensi pesisir tidak dilakukan secara ekonomis. Artinya, dari pengalaman-pengalaman yang sudah berjalan sampai sekarang, daerah pesisir di Indonesia yang kebanyakan ditinggali oleh para nelayan, merupakan daerah yang belum sepenuhnya digali potensinya, hal ini berkaitan dengan para nelayan itu sendiri sekedar memanfaatkan hasil dari laut berupa ikan, rumput laut, terumbu karang, lamun, dan sebagainya hanya untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
“Secara garis besar, potensi pesisir yang diberdayakan oleh para masyarakat sekitar hanya terbatas untuk memenuhi kebutuhan harian untuk hidup mereka,”ujarnya. ( Farhan, Esha )