News Room, Kamis ( 03/10 ) Perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Sumenep, tumbuh dengan baik. Sentuhan yang diberikan pemerintah setempat berupa modal dan pelatihan, nampaknya disambut positif para pelaku ekonomi maupun masyarakat Sumenep. Praktisi Ekonomi Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Amirul Fathoni, SE, MM menilai, bantuan modal yang dikucurkan pemerintah Kabupaten kepada UKM, baik perorangan dan kelompok, mampu merangsang pertumbuhan ekonomi dan geliat UKM kian berkembang dengan baik. “Implementasi untuk peningkatan dan pengembangan perekonomian sudah benar, dengan menguatkan para UKM. Kuantitas UKM sendiri tiap tahun menunjukkan tren meningkat. Mudah-mudahan ke depan akan terus berkembang,”tutur Fathoni, Kamis (03/10). Meski demikian, lanjut Fathoni, yang menjabat Pembantu Rektor III Unija Sumenep, Pemkab harus lebih kreatif lagi dalam memberikan sebuah program. Pihaknya berharap permodalan yang dikucurkan itu nantinya tidak menjadi boomerang bagi perkembangan UKM. “Yang dibutuhkan sekarang adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) dari pelaku UKM. Sebab, kami khawatir modal usaha yang diberikan pemerintah Kabupaten Sumenep dijadikan ketergantungan di kalangan UKM,”tuturnya. Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sumenep, Imam Trisnohadi, SH, M.Si mengungkapkan, jumlah UKM di Kabupaten setempat hingga akhir 2012 lalu, sebanyak 22.465 UKM, dan hingga Juni 2013, menjadi 22.570 UKM. “Ada kenaikan 105 Usaha Kecil dan Menengah (UKM),”terangnya. Adapun program yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM terhadap UKM tersebut, yakni pengucuran bantuan permodalan secara perorangan terhadap 130 pelaku UKM, besarannya masing-masing Rp. 1 juta. Kemudian bantuan modal untuk 13 kelompok UKM, dengan nilai Rp. 6 juta tiap kelompok. “Jadi, total bantuan bagi UKM tersebut senilai Rp. 280 juta. Kedepan kami akan berusaha meningkatkan bantuan permodalan itu,”ungkapnya. Imam mengungkapkan, selain itu, rogram yang sudah diterapkan pada tahun 2013, meliputi pelatihan-pelatihan terhadap usaha-usaha untuk terus mendorong bagaimana UMKM semakin berkembang. “Bentuk pelatihan itu berupa tudung saji, pembuatan hantaran untuk lamaran, dan kegiatan pelatihan membatik, sulam pita, pembuatan manik-manik dan pembuatan lilin,”pungkasnya. ( Nita, Esha )