News Room, Kamis ( 05/12 ) Di hari ke dua kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sumenep, Presiden Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Kamis (05/12) pagi, melakukan penanaman pohon di halaman Pendopo Agung Sumenep, Madura, Jawa Timur, pukul 08.30 WIB. Pohon yang ditanam secara simbolis itu sedikitnya ada 5 jenis pohon, diantaranya pohon Kenari, Matoa, Pule, Sawo Kecik dan Manglid. Selanjutnya, Presiden SBY bersama 10 Menteri dan Kapolri Jenderal Pol Sutarman, serta Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, meninjau lokasi pegaraman di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget. Kegiatan Presiden SBY ditempatkan di Kantor Pegaraman 1 PT. Garam (Persero). Sambil melihat sampel garam yang dihasilkan oleh perusahaan BUMN PT. Garam, Presiden didampingi Menteri BUMN, Dahlan Iskan, melakukan dialog dengan perwakilan petani garam, yang mengeluhkan anjloknya harga garam. Presiden SBY berjanji akan membahas secara khusus soal turunnya harga garam tersebut. “Untuk harga garam yang pembeliannya dibawah ketentuan, kita akan mencoba membahas secara khusus. Bahkan, mencari solusi dari persoalan ini, agar petani garam tidak selalu dirugikan oleh pabrikan,”terang Presiden SBY, dilokasi pegaraman di Kantor Pegaraman 1 PT. Garam (Persero), Kalianget, Sumenep, Kamis (6/12). Selain itu, Presiden SBY juga mengatakan akan segera mengkaji secara detail lokasi pegaraman di Sumenep ini, yang berada dipinggir laut. “Kita sudah dengar keluhan warga yang ada di Kecamatan Kalianget, mengenai Kali Marengan hingga muara yang mulai mengalami pendangkalan. Kami pun akan segera mengkaji untuk dilakukan pengerukan sungai tersebut,”ujarnya. Presiden SBY beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono, usai meninjau lokasi pegaraman, langsung bergerak meninggalkan Sumenep menuju Kabupaten Pamekasan, untuk tanam dan panen jagung di Desa Montok, Kecamatan Larangan. ( Nita, Esha )