News Room, Kamis ( 23/10 ) Daun kelor yang biasa disebut orang Madura “Maronggi”, ternyata memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Bahkan, produksi daun kelor bisa diolah dalam berbagai macam produk olahan. Hingga, inspsirasi dari Sumenep untuk memproduksi berbagai aneka produk olahan Daun Kelor ini mampu meraih prestasi sebagai Juara I di tingkat Propinsi Jawa Timur. Tidak hanya itu, ternyata produksi olahan Daun Kelor dari Sumenep ini mengundang para peneliti dari luar negeri untuk datang ke Sumenep, dan melihat langsung proses pengolahan produk Daun Kelor yang dilakukan di Desa Pakandangan Sangrah Kecamatan Bluto. Hal tersebut diakui inspirator produk olahan Daun Kelor, Basuki Rahmad kepada News Room (23/10). Menurutnya, pihaknya bersama masyarakat petani dan kelompok tani di sekitar Kecamatan Bluto pada umumnya telah melakukan berbagai upaya untuk memproduksi Daun Kelor. “Dan ternyata, upaya yang kami gagas sejak pertengahan tahun 2013 tersebut mulai membuahkan hasil, sehingga permintaan juga banyak keluar kota, bahkan ke luar negeri,”ungkapnya. Sebab, ternyata, sejak datangnya para peneliti yang datang ke Sumenep, seperti dari Jerman, Denmark, Myanmar, Australia Barat, Jepang, dan India telah mengakui manfaat daun kelor. Bahkan, tidak hanya daunnya, namun daun dan buahnya juga diperlukan. Jika dulu hanya dilakukan pengolahan kecil-kecilan dan terus melakukan sosialisasi kepada petani sekitar. Namun, kini Daun Kelor yang biasanya hanya untuk dibuat kuah, sudah bisa diproduksi seperti tepung Daun Maronggi, Teh Bunga Maronggi, kapsul yang sementara masih dalam bentuk kemasan seperti obat-obatan herbal. Karena untuk proses perijinan dari Balai POM masih memerlukan waktu yang lama. “Yang jelas, permintaan hingga saat ini masih banyak keluar kota, dan keluar negeri. Hanya saja, bahan bakunya masih terbatas, apalagi di musim kemarau seperti ini banyak pohon yang kering,”tambahnya. ( Ren, Esha )