Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-06-2015
  • 2212 Kali

Profil Singkat MTs Negeri Terate, MTs Pertama Di Madura

News Room, Selasa ( 16/06 ) Sesuai namanya, sejarah berdirinya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Terate Sumenep tidak bisa lepas dari keberadaan Pondok Pesantren Terate di Kampung Tarate, Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep.

Madrasah Tsanawiyah milik pemerintah yang saat ini siswanya berjumlah lebih dari 600 orang itu memang berada di kawasan Ponpes yang didirikan oleh KH. Zainal Arifin. Di masa awal berdirinya, tahun 1968, MTs ini berstatus Madrasah Tsanawiyah swasta. Pendirinya ialah KH. Taqiuddin Arif, salah satu putra dari KH. Zainal Arifin.

“Dulu lokasi sekolahnya berada tepat di tengah-tengah pondok. Sebelah timur lokasi sekolah yang sekarang,”kata Drs. Ismail Wongsoleksono, alumnus angkatan pertama madrasah ini, pada News Rom.

Diceritakan oleh Drs. Ismail, tidak seperti yang terlihat saat ini, di masa awal berdiri, kegiatan belajar-mengajarnya tidak terpusat dalam sebuah area khusus. Kelas atau tempat belajar siswa kadang berpindah-pindah, dari satu rumah ke rumah keluarga besar pesantren Tarate.

“Siswa-siswa pertama madrasah ini kebanyakan merupakan santri-santri Ponpes Tarate, disamping juga berasal dari masyarakat di lingkungan luar pondok yang masih berada di lingkungan Desa Pandian. Namun, lama kelamaan tidak sedikit yang berasal dari luar Desa Pandian,”kata K. Ahyak Shaleh, salah satu alumni lainnya MTs Negeri Tarate, sekaligus keponakan pendirinya, Kiyai Taqi.

Melihat perkembangan madrasah yang baru dirintis itu, pemerintah yang dalam hal ini Departemen Agama RI (sekarang Kementrian Agama) berusaha untuk mengubahnya menjadi sebuah Madrasah Tsanawiyah dengan status Madrasah Tsanawiyah Negeri.

Keinginan tersebut mendapat respon positif dari tokoh sentral madrasah ini, Kiyai Taqiuddin. Akhirnya, memasuki tahap pertama persiapan berstatus negeri, pada tahun 1969 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarate diubah namanya menjadi Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (MTs AIN) Tarate Pandian Sumenep.

Tahap persiapan ini berlangsung selama kurang lebih 3 tahun. Baru pada tahun 1972, setelah melalui proses musyawarah mufakat yang matang antara pihak pendiri, pihak pengasuh Pondok Pesantren, dengan pihak pemerintah, maka selanjutnya MTs AIN Tarate dikukuhkan menjadi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Tarate Pandian Sumenep. Dengan demikian, secara resmi, MTs Negeri Tarate berdiri terhitung sejak tahun 1972.

”Berdasar data dari madrasah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Tarate ini tidak hanya merupakan MTs Negeri pertama di Kabupaten Sumenep, tapi juga yang pertama di pulau Madura,”kata H. Hairuddin, Kepala MTs Negeri Tarate.

Saat ini MTs Negeri Tarate Pandian Sumenep telah berusia kurang lebih 47 tahun. Selama lebih dari masa empat dasawarsa tersebut MTs Negeri Terate telah banyak mengalami perubahan. Secara garis besarnya, perubahan tersebut bisa dilihat dari perkembangan dan kemajuan madrasah, baik secara fisik infrastrukturnya maupun aktivitas kegiatannya.

“Semua itu tentu saja tidak bisa lepas dari partisipasi dan dukungan yang baik dari pihak pemerintah, orang tua siswa serta masyarakat sekitar madrasah. Untuk itu kami mengharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan kelangsungan, kelanjutan serta kemajuan madrasah ini ke masa datang demi suksesnya tujuan pemerintah dalam dunia pendidikan yaitu tuntas wajar dikdas 9 tahun guna mencerdaskan kehidupan bangsa,”tambah Hairuddin. ( Farhan, Esha )