Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-09-2016
  • 1261 Kali

Profil SMA Plus Miftahul Ulum Terate, Desa Pandian

News Room, Jumat ( 02/09 ) Tujuan berdirinya menyeimbangkan ilmu umum dengan ilmu agama. Bermotto menyeimbangkan ilmu dan amal. Keduanya bagai 2 sisi mata uang; satu, tak terpisahkan. Berdiri sejak sepuluh tahun silam, Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Miftahul Ulum Terate, Desa Pandian kecamaan Kota Sumenep terus melakukan yang terbaik bagi dunia pendidikan. 

Meski masih relatif muda, SMA yang berdiri di tengah-tengah Pondok Pesantren Al-Usymuni Terate ini berpacu secara maksimal, seperti namanya, Plus.

“SMA kami ini memiliki keistimewaan. Makanya disebut plus,”kata Kepala SMA Plus Miftahul Ulum Terate, K. Mohammad Robet Al-Faruq, kepada Media Center.
Keistimewaan itu menurut Robet tercermin pada penerapan sistem pembelajaran di lembaganya yang tidak sama, alias berbeda dengan sekolah lain yang sederajat. Meski berlabel SMA, sekolah yang dirintis oleh KH. Abdullah Kholil, Pengasuh Ponpes Al-Usymuni, dengan beberapa guru senior ini tidak hanya mengajarkan materi ilmu pengetahuan umum saja, tapi sekaligus mata pelajaran (mapel) agama layaknya di pondok pesantren.

“SMA Plus Miftahul Ulum ini berbasis nilai-nilai pesantren. Selain mapel umum, kami memberikan porsi yang sama mengenai ilmu agama. Setelah pembelajaran mapel umum selesai, pukul 2 siang siswa kembali untuk mengikuti kajian kitab kuning,”kata Robet.

Kebanyakan siswa SMA Plus Miftahul Ulum memang dari kalangan santri Ponpes Al-Usymuni. Latar belakang berdirinya sekolah ini juga untuk memenuhi keinginan atau minat dari para santri yang ingin mengenyam pendidikan SMA.

“Disamping juga merupakan keinginan pengasuh untuk mempersiapkan output bagi perguruan tinggi nantinya,”tambah Robet.

Terpisah, salah satu pendiri sekaligus mantan Kepala SMA Plus Miftahul Ulum sebelum Robet, Mohammad Iksan mengatakan, bahwa memadukan ilmu umum dengan ilmu agama terbukti telah mengantarkan siswa SMA Plus Miftahul Ulum menorehkan prestasi membanggakan. Diantaranya, anak didik sekolah tersebut pernah mewakili Sumenep dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Jawa Timur 2 tahun kemarin.

“Sebelumnya, siswa bersangkutan memang telah menjadi Juara I O2SN tingkat Kabupaten saat itu,”kenangnya.

Keunggulan tersebut, sambung Iksan, membawa SMA Plus Miftahul Ulum menjadi jujukan siswa lulusan SMP untuk menimba ilmu. Sejak didirikan 2006 lampau, SMA Plus sudah memiliki anak didik di atas 500 orang.

”Tenaga pengajar kami minimal sarjana. Setiap mata pelajaran diasuh guru yang sesuai dengan kompetensi keilmuannya,”imbuhnya. Meski berikrar berbasis nilai-nilai pesantren, SMA Plus Miftahul Ulum juga memberikan pembekalan khusus kepada para anak didiknya.

Hal itu disebut Robet bertujuan mencetak lulusan SMA yang andal dan sekaligus profesional. Untuk itu dibekalkan keahlian di bidang otomotif bagi siswa dan tata boga bagi siswi. “Untuk memuluskan tekad itu, sekolah menyediakan tenaga pengajar professional,”kata Robet.

Untuk mendukung hal itu, menurut Robet seluruh tenaga pengajar di lembaganya tersebut mayoritas merupakan lulusan perguruan tinggi negeri. ”Dengan keyakinan bahwa tenaga pengajar profesional akan menghasilkan lulusan yang profesional pula,”harapnya.

Meski demikian, Robet kembali menegaskan jika pendidikan agama mendapat prioritas utama. Pendidikan agama justru menjadi salah satu program khusus SMA Plus Miftahul Ulum.

“Ya antara lain, program tahfidz Al-Quran dan fasih membaca kitab kuning,”imbuhnya.

Dengan demikian, lulusan sekolah yang menganut sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berbasis pesantren itu profesional dan berakhlaqul karimah.

”Sesuai tujuan berdirinya, kami bertekad mencetak lulusan yang profesional, dan berakhlaqul karimah. Seperti motto kami berilmu amaliyah, dan beramal ilmiyah,”tutupnya. ( Farhan, Esha )