News Room, Kamis (28/04) Proyeksi areal tanaman tembakau di Kabupaten Sumenep, pada tahun 2011 meningkat 100 persen lebih, dibandingkan tahun 2010 kemarin. Pada tahun 2010 lalu, proyeksi areal tanaman tembakau seluas 9.166,54 Ha, dengan produksi 5.500 ton. Namun, untuk tahun 2011 ini, proyeksi areal tanaman tembakau mencapai 22.333 Ha, dengan kebutuhan produksi 13.400 ton. Kabid Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sumenep, Nasah Bandy menjelaskan, faktor meningkatnya proyeksi areal tanaman tembakau tahun ini, dimungkinkan karena kebutuhan produksi tembakau pada tahun 2010 sangat minim. “Dengan terbatasnya produksi tembakau pada tahun kemarin, maka ploting areal tanaman tembakau tahun 2011 meningkat 100 persen lebih,” kata Nasah Bandy, pada wartawan diruang kerjanya, Sumenep, Kamis (28/4/2011). Nasah Bandy mengaku tidak yakin, kebutuhan produksi tembakau di Sumenep pada tahun ini sesuai target, mengingat adanya anomali cuaca. “Cuaca sekarang tidak bisa diprediksi, kadang terang tapi tiba-tiba turun hujan. Untuk itu, kami berharap penanaman tembakau dilakukan didaerah tegalan,” terangnya. Kondisi tanaman tembakau, menurut Nasah Bandy, tidak akan jauh berbeda seperti tahun 2010, karena cuaca yang tidak menentu. “Kami anjurkan, pada petani di Sumenep supaya tidak terlalu banyak menggantungkan ke tanaman tembakau. Sebab, lokasi terbaik tanaman tembakau hanya didaerah dataran tinggi atau tegalan,” ungkapnya. (Nita, y02k)