Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-10-2006
  • 508 Kali

PT. SUMEKAR LINE RENCANAKAN NAIKKAN TARIF PENYEBERANGAN KALIANGET-KANGEAN

Sumenep-Kominfo News Room : PT. Sumekar Line merencanakan kenaikan tarif penyeberangan Kangean-Kalianget, kerena tarif saat ini masih berdasarkan harga satuan, yakni sebesar Rp. 360,00 per-mil tiap orang yang ditetapkan saat harga BBM untuk solar sebesar Rp.1.650,00 per-liter, sehingga dengan kenaikan BBM, PT. Sumekar Line mengajukan kenaikan tarif menjadi Rp.61.000,00 berdasarkan pada perhitungan harga satuan sebesar Rp. 710,00 per-mil per orang. Hal itu diungkapkan Bupati, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM, pada acara Jawaban Eksekutif atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi, dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah, (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sumenep tahun 2006 pada Sidang Paripurna DPRD, Senin pagi (02/10). Bupati menguraikan rencana kenaikan tarif itu masih dibawah harga satuan regional dan nasional, seperti yang berlaku di penyeberangan Bawean-Gresik, dimana jarak tempuh 90 mil, tarif per orang sebesar Rp. 85.000,00 atau tarif per-mil per orang Rp. 945,00. Sedangkan tarif regional Propinsi Jawa Timur untuk penyeberangan Ujung-Kamal, dengan jarak tempuh 2,5 mil tarif perorang sebesar Rp. 3.000,00 atau tarif per-mil perorang Rp.1.200,00 dan tarif nasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dengan jarak tempuh 3 mil, tarif perorang sebesar Rp. 4.300,00 atau tarif per mil perorang sebesar Rp.1.435,00. Disisi lain Bupati menerangkan, terkait penambahan operator baru, sejatinya pemerintah daerah membuka pintu yang selebar-lebarnya bagi pihak manapun, untuk memasukkan armadanya melayari Kalinget- Kangean atau kepulauan lain. Bahkan sampai saat ini pemerintah daerah belum pernah mencabut surat ijin operasional perusahaan pelayaran, yang pernah beroperasi diwilayah kabupaten sumenep. Namun demikian kata Bupati, usulan pentingnya subsidi tarif transportasi laut bagi masyarakat kepulauan, memerlukan pertimbangan yang matang, karena persoalan subsidi itu, jika semua pihak memikirkan dari berbagai aspeknya kurang solusif. ( Yasik, Esha )