Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-07-2008
  • 600 Kali

PT. Telkom Cabang Sumenep Selalu Kecurian Kabel

News Room, Jum’at ( 18/07 ) Pencurian Kabel telpon maupun alat lain milik PT. Telkom di Sumenep, rupanya terus semakin bertambah setiap tahunnya, bahkan informasi yang berhasil diperoleh dari sumber di PT. Telkom Cabang Sumenep, disamping nilai kerugian berupa barang yang hilang, juga kehilangan pelanggan sekitar 2.000 pelanggan dari sekitar 12.000 semua pelanggan telepon rumah, yang akhirnya tidak menjadi pelanggan Telkom. Asisten Junior Manager Jaringan Akses PT. Telkom Sumenep, Bambang Suryanto ketika dikonfirmasi di Kantornya Jum’at (18/07) mengakui, pencurian kabel telepon terus meningkat dari tahun ketahun. Bahkan di tahun 2008 ini sudah masuk kategori parah, hingga petugas tidak dapat melaporkan kehilangan kabel, karena setiap hari selalu bertambah. Bahkan diakui Bambang, dari yang sempat dilaporkan saja dalam setiap bulannya mencapai 100-250 meter kabel yang hilang. Yang diperkirakan bernilai sekitar Rp. 65 jutaan. ”Yang terbaru dalam minggu ini terjadi di Desa Pekandangan sepanjang 150 meter kabel dengan daya 40 nilainya sekitar Rp. 17 juta,”ujar Bambang. Meskipun pelakunya sempat ditangkap dan terkena peluru aparat, rupanya pelaku tetap tidak jera dalam melakukan aksinya. Namun yang sempat tidak bisa dimengerti, kabel-kabel telepon justeru tidak hanya dicuri, tapi malah ada yang hanya dipotong-potong dan dirusak. Bahkan ada kabel optik yang tak mungkin dapat dijual oleh pencuri juga diambil. Meski demikian menurut Bambang, pihaknya tidak dapat menuduh faktor persaingan pasca banyaknya kompetitor telekomonikasi di Indonesia, sebab hal itu tidak dapat dibuktikan. Namun meski banyak komplain pelanggan terhadap Telkom, pihaknya terus berupaya mencarikan solusi agar pelanggan tidak kecewa. Misalnya dengan menggantikan telepon Base Terminal Station (BTS) Flexi Home, seperti yang diberikan secara gratis kepada 60 pelanggan di Kecamatan Dungkek. Disamping itu menurut Bambang, masih terus akan melakukan penggantian telepon serupa kepada pelanggan di Kecamatan Lenteng, Talango, Giligenting, berikutnya juga di Kecamatan Rubaru, Batuputih, Dasuk dan sebagainya. Penggantian dengan sistem baru itu diharapkan dapat mengganti kekecewaan pelanggan, yang selama ini mengalami gannguan akibat hilangnya kabel-kabel milik PT.Telkom. ( Ren, Esha )