News Room, Senin ( 25/05 ) Sebanyak 65 guru yang baru diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009 ini, Minggu kemarin pagi (24/05) berangkat bersama-sama menuju tugas barunya di Kepulauan dan Kecamatan Raas. Bahkan dalam pemberangkatan yang menggunakan perahu motor "Primadona" dari pelabuhan Kalianget juga dipimpin langsung Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Raas, Drs. Masluwi. Ketika ditemui News room sesaat sebelum berangkat, Masluwi mengaku bangga dengan droping guru yang mayoritas untuk Kecamatan Raas. Padahal dari 123 guru yang menerimah Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS tahun ini, lebih separoh di tempatkan di Pulau Raas. Menurutnya, hal itu merupakan upaya yang dilakukan selama ini, agar Kecamatan Raas memperoleh penempatan guru, sehubungan dari 28 sekolah yang ada disana masih sangat jauh dari jumlah idial guru di masing-masing sekolah. "Syukurlah dengan penambahan guru di Kecamatan Raas akan semakin meningkatkan pendidikan dan ada kemajuan yang signifikan dari sebelumnya. Karena itu, sebelum keberangkatan mereka, kami melakukan pembekalan terlebih dahulu pada 21 Mei 2009 lalu di daratan,"ujar Masluwi Dijelaskan, dari 65 guru yang ditugaskan di Kecamatan Raas itu terdapat 19 guru perempuan. Dan setibanya disana, mereka akan diterima langsung Camat Raas. Selanjutnya, dilakukan pelepasan secara resmi di Kantor Kecamatan Raas, sebelum melaksanakan tugas mulianya di masing-masing sekolah. Masluwi berharap, mereka dapat betah di pulau, dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Raas, untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sementara salah seorang guru, Uswatun Hasanah, S.Pd mengaku akan berusaha menjalani profesinya dengan sebaik mungkin untuk menjadi guru di SDN Brakas 5. Meskipun sangat berat harus meninggalkan keluarga dirumah, namun demi cita-cita dan harapan orang tua, dirinya harus mampu melawan gelombang yang menghantarkannya ke Pulau Raas. "Saya jalani dulu mas, meskipun berat, tapi saya akan mencoba melaksanakan dengan ikhlas. Sebab, ini merupakan kesempatan pertama saya, yang tidak akan datang dua kali. Hitung-hitung, karena masih muda sambil cari pengalaman,"ujar Alumnus UNISA, Oktober 2008 lalu ini sambil tersenyum. Hal yang sama diungkapkan Sulis Syamsiyah, ibu guru muda ini mengaku akan menjalani dulu apa yang sudah menjadi jalan hidupnya, untuk mengabdi dan melaksanakan tugas mulia itu. Meskipun, dengan sangat berat pengorbanannya, karena harus meninggalkan anaknya yang baru berusia 12 bulan pada neneknya. Sulis mengaku, bahkan baru pertama kali akan naik kapal ke pulau. Karena itu, dia mengaku untuk sementara mengajak suaminya yang kebetulan bekerja wiraswasta, dan jika sudah betah disana, rencananya suaminya akan pulang menjumpai anaknya. ( Ren, Esha )