Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-05-2008
  • 431 Kali

Puluhan Aktivis Lakukan Demo Tolak Kenaikan BBM

News Room, Jum’at ( 09/10) Puluhan aktivis yang bernaung dibawah bendera Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Sumenep, Jum’at pagi (09/10) menggelar demo di bundaran Kota Sumenep, menolak rencana pemerintah menaikkan kembali harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Sambil membawa poster yang mendesak DPRD Sumenep segera berkirim surat pernyataan penolakan kenaikan harga BBM ke pusat, mereka juga berorasi, bahwa keputusan kenaikan harga BBM itu, dinilai tidak akan mensejahterahkan masyarakat, tapi justru memelaratkan masyarakat. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo, Muhri Zain menerangkan, aksi itu memang murni sebagai pemikiran dari para aktivis yang merasa kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM sangat tidak realistis, mengingat perekonomian masyarakat Indonesia, khususnya Sumenep masih morat-marit. Rencana kenaikan harga BBM itu akan sangat menyulitkan kehidupan, sebab kenaikan BBM pada 2005 lalu belum mampu memulihkan ekonomi masyarakat, tapi sudah dicecar dengan rencana kenaikan kembali harga BBM. “Kami menolak keras rencana pemerintah menaikkan harga BBM, karena dianggap suatu kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Akibat rencana itu, kesejahteraan masyarakat akan kembali terenggut. Kita masih punya APBN besar, jadi pemerintah harus rela mengorbankan APBN, bukan masyarakat yang dikorbankan, tapi gunakanlah subsidi silang,” terangnya. Zain mengatakan tidak habis pikir, pemerintah bisa mengambil kebijakan akan menaikkan kembali harga BBM, disaat masyarakat Indonesia berusaha bangkit dari keterpurukan yang selama ini merongrong kehidupannya, akibat krisis ekonomi berkepanjangan. Seharusnya pemerintah dalam kebijakan melihat kondisi realistis kehidupan masyarakat, secara logika jika harga BBM betul-betul dinaikkan, maka masyarakat akan merasa tercekik. “Ketika masyarakat merasakan ketercekikan, dipastikan akan ada keinginan untuk melakukan sesuatu yang kurang etis, bagi etika berkehidupan negeri ini,” tegasnya. Dengan mengacu pada berbagai asumsi itu, maka PC PMII Sumenep mengambil sikap tegas, dengan menolak rencana kenaikan harga BBM, karena hanya akan menambah derita masyarakat, dan mendesak DPRD Sumenep, untuk segera mengirimkan surat pernyataan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM ke pemerintah pusat, sebagai kroscek atas kebijakan yang kurang memihak. ( Nita, Esha )