Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-04-2013
  • 538 Kali

Puluhan Hektar Padi Di Sumenep Terendam Air, Petani Gagal Panen

News Room, Rabu ( 17/04 ) Tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Sumenep dalam sepekan terakhir ini, menyebabkan puluhan hektar padi di Desa Patean, Kecamatan Batuan, terendam air. Debit air di Sungai Kebonagung meningkat, ditambah banyaknya sampah yang menyumbang aliran sungai. Akibatnya, air meluap dan merendam padi yangsiap panen. Terendamnya puluhan hektar sawah yang sedang ditanami padi itu, dipastikan petani akan gagal panen. Salah satu petani padi di Desa Patian, Kecamatan Batuan, Achmad Jono mengatakan, air yang menggenangi sawah miliknya mencapai ketinggian satu setengah meter. Secara otomatis padi yang siap panen mulai membusuk karena terendam air. “Luapan air dari Sungai Kebonagung cukup besar hingga menggenangi sawah kami dengan ketinggian satu setengah meter. Sudah dua hari terendam air, makanya padi mulai membusuk,” terangnya. Untuk menghindari padi membusuk dan menanggung kerugian yang besar, lanjut Jono, petani terpaksa memanennya meski petani harus terendam saat memanen padinya. “Petani tidak mau merugi cukup besar, makanya padi terpaksa dipanen lebih awal. Tidak mungkin kami menunggu air surut karena terlalu lama khawatir padi membusuk. Apalagi, di wilayah Sumenep masih diselimuti mendung,”ucapnya. Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto, mengatakan, bahwa air yang menggenangi puluhan hektar padi di Desa Patean itu, tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan padi, asalkan rendaman air tidak melebihi 7 hari. “Memang sebaiknya petani langsung memanen padi lebih awal disaat tergenang air, tapi panen awal itu bukan termasuk gagal panen,”tandasnya. Menurut Bambang, secara umum, hasil pantauanya dilapangan, bahwa masa panen padi di Sumenep sudah lewat, sekarang ini menjelang panen kedua. “Sesuai data, panen padi di Sumenep untuk tahun 2013 sudah selesai. Tapi, karena masih ada hujan petani mencoba menanam kembali, yang saat ini sudah memasuki masa panen kedua. Kalau roboh dan tergenang air namun langsung dipanen awal, kami pastikan tidak akan gagal panen. Mungkin kualitasnya saja yang berkurang,”ungkapnya. ( Nita, Esha )