Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-09-2012
  • 484 Kali

Puluhan Mantan Kasek Unjuk Rasa Ke Dinas Pendidikan Sumenep

News Room, Kamis ( 13/09 ) Puluhan mantan Kepala Sekolah (Kasek) berunjuk rasa ke Dinas Pendidikan Sumenep, Kamis (13/09) pagi. Mereka memprotes pelaksanaan periodisasi, dengan sistem pencopotan jabatan sebagai Kepala Sekolah, pada Rabu (05/09) lalu. Para pendemo menilai, pemberhentian terhadap 299 Kepala Sekolah Dasar dan 7 orang SMP/SMA melalui Surat Keputusan (SK) Bupati atas usulan Kepala Dinas Pendidikan, merupakan kebijakan dhalim dan rekayasa. Karena banyak Kepala Sekolah kehilangan jabatannya termasuk tunjangan sertifikasi sebagai guru professional. “Bukan kami tidak terima dengan periodisasi itu. Tapi caranya yang salah. Kami berpuluh-puluh tahun mengabdi, ternyata tidak dihargai. Mohon Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, meninjau ulang pencopotan para Kepala Sekolah ini,”kata Burhan, salah seorang orator aksi, Kamis (13/09). Menurutnya, persoalan tersebut merupakan masalah etika. Pihaknya mempertanyakan, mengapa para Kepala Sekolah yang sudah bertahun-tahun mengabdi, diganti dengan yang masih hijau dan tidak lulus PSTP (Penilaian Seleksi Tenaga Potensial). “Ini mengacu pada apa ?, kalau diganti dengan orang-orang yang nilainya memalukan, bagaimana pendidikan ke depan ?,”terangnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM menjelaskan, pemberlakuan periodisasi jabatan Kepala Sekolah tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 tahun 2010. “Jabatan Kepala Sekolah satu periode selama 4 tahun. Apabila yang bersangkutan punya prestasi dan kinerja bagus, maka bisa diperpanjang 4 tahun kedua. Kalau memang prestasinya luar biasa, maka bisa diajukan untuk menjabat 4 tahun ketiga, tapi di sekolah lain. Setelah itu, maka akan kembali menjadi guru,”ujarnya. H. Masuni mengungkapkan, periodisasi jabatan Kepala Sekolah ini diberlakukan, agar regenerasi tidak mandek. “Dengan pemberlakuan periodisasi, maka para Kepala Sekolah bisa berkompetensi. Ini kan juga demi anak-anak bangsa,”ungkapnya. ( Nita, Esha )