News Room, Selasa ( 06/03 ) Ratusan masyarakat Kabupaten Sumenep, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah setempat, pada Selasa (06/03) pagi. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah pusat, pada April 2012 mendatang. Sambil membawa sejumlah poster bertuliskan penolakan masyarakat terhadap kenaikan BBM, mereka juga melakukan orasi dipintu masuk kantor Bupati Sumenep. Korlap Aksi, Edi Junaidi mengatakan, rencana kenaikan harga BBM sangat menyakitkan masyarakat utamanya dikabupaten Sumenep yang notabene masyarakatnya mayoritas petani dan nelayan. “Kenaikan harga BBM hanya akan menyengsarakan rakyat kecil. Kami tidak setuju dan menolak kalau harga BBM dinaikkan. Kami mohon agar Bupati bersikap tegas untuk menolak rencana kenaikan harga BBM tersebut,”kata Edi saat orasi di depan kantor Pemkab Sumenep, Selasa (06/03). Edi memperkirakan, jika kenaikan harga BBM sudah diberlakukan, dipastikan dampaknya terhadap masyarakat Sumenep sangat besar terutama dibidang perekonomian masyarakat. “Kami yakin perekonomian masyarakat akan menjadi hancur. Karena, dengan rencana saja, dampaknya luar biasa. Sekarang saja, semua harga kebutuhan pokok mulai naik. Ini baru rencana, apalagi kalau sudah diberlakukan,”terangnya. Untuk itu, kata Edi, sebelum diputuskan dinaikan, pemerintah harus menelaah lebih teliti lagi terhadap dampak yang harus diterima masyarakat. “Jangan sampai kenaikan harga BBM diiming-imingi dengan bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyakat kurang mampu. Kami tidak butuh BLT sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM. Langkah itu hanya menjebak masyarakat. Saat ini masyarakat jangan selalu dijadikan alat,”ungkapnya. Sementara, Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengakatan, pada prinsipnya pihaknya setuju dengan warga yang tidak setuju dengan kenaikan harga BBM, namun, sebagai Kepala Daerah dia mengaku tidak bisa berbuat banyak, terkait rencana kenaikan BBM ini, karena hal itu memang ranah pemerintah pusat. “Kalau harga BBM ini naik, dipastikan berdampak pada perekonomian masyarakat Sumenep. Untuk itu, kami hanya bisa berharap, pemerintah pusat bisa mengkaji ulang dampak-dampak yang akan diterima oleh masyarakat,”pungkasnya. ( Nita, Esha )