News Room, Sabtu ( 12/02 ) Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) tahun anggaran 2009, yang dilaksanakan di Kecamatan Kota Sumenep dan Kalianget diharapkan hingga batas akhir pencairan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), yakni tanggal 31 Maret 2011 dapat terealisasi 100 persen, dan sudah terserap kegiatan dimasing-masing Desa. Hal tersebut diungkapkan Pejabat Pembuat Komitment (PPK) PNPM-MP Kabupaten Sumenep, Beny Irawan, ST kepada News Room tadi siang, Sabtu (12/02) di Sekretariat PNPM-MP Jl. Trunojoyo Kolor Sumenep. “Kami berharap melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dimasing-masing Desa untuk dapat menindak lanjuti ke masing-masing KSM sebagai pelaksana kegiatan untuk memotivasi, agar segera menyelesaikan adminitrasinya,”ujar Beny. Dijelaskan, untuk Kecamatan Kota Sumenep sudah terealisasi hampir 90 persen termasuk dana Desa yang mendapat dana Paket. Sedangkan untuk Kecamatan Kalianget yang mendapat Paket, juga sudah dalam pelaksanaan. Karena itu, pihaknya bersama Tim Fasilitator berharap kepada masing-masing BKM di Desa, agar segera merealisasikan kegiatannya, sehingga dana tidak sampai hangus dan kembali ke kas daerah. Sementara itu Askot Community Development (CD) Sumenep, Musfar Aries Eka, S.TP ditempat yang sama mengungkapkan, pada progres pemanfaatan BLM 2010 dan pengukuran kinerja Sekretariat dan UPK BKM/LKM di Kecamatan Kota Sumenep dan Kalianget cukup bagus. Terbukti, dari 23 Kelurahan dan Desa semua mendapat rekomendasi layak dan kinerja sangat baik, meskipun ada pula yang masuk kategori memadai dan di UPK yang dianggap tidak memadai. “Kami berharap untuk jangka waktu beberapa hari ini, masing-masing Desa segera menyelesaikan kegiatan dan administrasinya. Apalagi, pertengahan Pebruari ini, utamanya di Kecamatan Kota Sumenep harus menghadapi audit dari Auditor Independen,”pungkasnya. ( Ren, Esha )