News Room, Selasa ( 17/12 ) Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk Kabupaten Sumenep tahun 2013, yang dilakukan Tim Perwakilan dari 6 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait selama lima hari sejak tanggal 11, 12, 13, 16 dan 17 Desember 2013 ini, dinilai realisasinya tepat sasaran kepada kelompok tani maupun kelompok masyarakat di 19 Kecamatan. Koordinator Tim Monitoring dan Evaluasi DBHCHT Sumenep, Suhermanto, menjelaskan, secara keseluruhan hasil kegiatan di 5 Kecamatan Eks Pembantu Bupati ini memang realisasi DBHCHT sudah diterima dan dirasakan oleh penerima. “Para penerima itu langsung memanfaatkan bantuan yang sudah diberikan, seperti obat-obatan, alat pembuatan petis, Hand Tractor, alat batik cap maupun komposter. Jadi tidak ada masalah,”kata Herman, Selasa (17/12). Menurutnya, sekalipun bantuan sudah terealisasi, namun pelaksanaannya dilapangan masih dijumpai belum selesai sepenuhnya. “Itu terjadi pada kegiatan fisik, berupa makadam. Dari 5 Kecamatan yang menjadi titik kegiatan monitoring dan evaluasi, ada sebagian kecil pekerjaannya belum selesai 100 persen, seperti di Dusun Tembing, Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura. Ini menjadi catatan khusus dan bahan evaluasi tahun depan, untuk mengedepankan pekerjaan fisik dari pada pelatihan, agar dalam prosesnya tidak terbentur dengan mepetnya waktu di bulan Desember,”terangnya. Pada tahun ini, Pemkab Sumenep memperoleh DBHCHT senilai Rp. 23 Milyar, yang dialokasi terhadap 6 SKPD, yakni Dinas Kesehatan Rp. 4,1 milyar, BLH Rp. 1,4 milyar, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rp. 3,5 milyar, Disperindag Rp2,1 milyar, Dishutbun Rp8 milyar dan Bagian Perekonomian Rp. 900 juta. “Dari alokasi di 6 SKPD itu, tidak semua digunakan. Seperti salah satunya di Dinas Kesehatan hanya terpakai Rp. 179 juta untuk bantuan obat-obatan bagi penderita TB. Dana yang tidak terpakai tahun ini akan dimasukkan dalam SILPA untuk kegiatan tahun selanjutnya,”ungkapnya. ( Nita, Esha )