News Room, Selasa ( 14/07 ) Perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Sumenep tahun 2009 hingga bulan Juli masih relatif rendah. Berdasarkan data Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Kabupaten Sumenep, dari target sebesar Rp. 4.907.000.000,00 lebih, baru terealisasi sebesar Rp. 661.972.000,00 atau hanya mencapai 13,49 persen. Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset, Drs. MD. Suparto, M.Si mengatakan, dari 27 Kecamatan, realisasi PBB rata-rata berkisar antara 4 hingga 50 persen saja, bahkan sejumlah Kecamatan, yakni Kecamatan Bluto, Saronggi, Pasongsongan, Kangayan dan Kecamatan Maslembu, masih belum melunasi PPB-nya sepersenpun. Pelunasan PBB tahun 2009, jika dibandingkan dengan tahun 2008 memang sangat menurun, sebab realisasi PBB pada Juli 2008 sudah diatas 13 persen, bahkan ada sejumlah Kecamatan yang mampu melunasi PBB-nya 100 persen. ’’Hasil evaluasi tahun ini tidak satupun Kecamatan yang melunasi PBB-nya 100 persen. Dari 27 Kecamatan realisasi PBB yang tertinggi hingga bulan ini hanya Kecamatan Giligenting sebesar 72 pesren,â€Âtegasnya. Menyoal menurunnya perolehan PBB kali ini, MD Suparto menyatakan, penyebabnya antara lain, pembagian Surat Pemberitahuan Pajak Terhutung (SPPT) pada masyarakat wajib pajak yang terlambat. Namun meskipun perolehan PBB relatif rendah, namun pihaknya optimis pelunasan PBB Kabupaten Sumenep hingga jatuh tempo bulan September 2009 mendatang memenuhi target. ( Yasik, Esha )