Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-05-2009
  • 603 Kali

Rehab Rumah Tak Layak Tahap III, Mulai Digarap Hari Ini

News Room, Senin ( 18/05 ) Pelaksanaan rehab rumah tak layak huni menjadi rumah sehat yang dilaksanakan melalui kegiatan Bhakti TNI bersama Pemerintah Propinsi Jawa Timur di Sumenep sudah pada tahap III, dengan sasaran pelaksanaan di 4 Kecamatan, yakni, Kalianget, Talango Gapura dan Kecamatan Manding. Untuk pelaksanaan tahap III ini, dimulai hari ini, Senin (18/05) dan akan dilaksanakan hingga 5 -7 hari kedepan. Menurut Koordinator Pelaksana Bhakti TNI Kecamatan Kalianget dan Talango, Kapten Infanteri Abd. Rahman ketika ditemui News Room disela-sela kegiatan Bhakti TNI di Desa Karang Anyar, Senin (18/05) megungkapkan, sejak hari ini sebanyak 96 Rumah tak layak huni di Kecamatan Kalianget dan Talango mulai digarap, sedangkan sisanya dari jumlah 152 unit untuk Kecamatan Manding dan Gapura. Sebelumnya, pengiriman material sudah diselesaikan hingga hari Minggu kemarin. "Syukurlah, semua material sudah siap dan saat ini anggota kami sudah melaksanakan rehab rumah sesuai komando bersama tenaga teknik dan masyarakat setempat yang siap membantu program menuju rumah sehat ini,"ujarnya. Sebenarnya, menurut Danramil Kalianget ini, pihaknya sangat menyayangkan karena ada beberapa Desa yang tidak tersentuh sama sekali, seperti Desa Kalianget Timur, Kertasada dan Pinggir Papas. Padahal, di Desa-desa itu juga masih banyak rumah masyarakat miskin yang kurang layak. Sebab, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Desa-Desa tersebut tidak mengajukan, sehingga terpaksa beberapa Desa yang mendapat alokasi bisa ditambah dengan jatah dari Desa yang tidak mengajukan tersebut. Abd. Rahman berharap, hendaknya jika ada program seperti itu, para Kepala Desa proaktif untuk merespon, dengan mengajukan data masyarakat miskin ke Dinas terkait, agar ketika ada program seperti itu juga mendapatkan alokasi sesuai jatah yang ada. Bahkan, diakui Abd. Rahman, dari beberapa data yang diperoleh setelah dilakukan survei, sempat ada kesalahan nama dan nama ganda, akhirnya dialihkan kepada yang lebih berhak menerima dalam satu Desa. Hal itu untuk menghindari ketidak tepatan sasaran. Sementara, salah seorang warga Dewi Wulandari (15) yang masih duduk di bangku kelas III SMP ini mengaku bangga dan haru ketika menerima kabar dari pamannya, jika rumahnya akan dibangun. Anak yang sudah tidak memiliki ibu dan ditinggal ayahnya ini, selama ini memang tidur dirumahnya yang sempit. Bahkan sebagian papan dirumahnya merupakan pinjaman dari tetangganya, agar tetap bisa ditempati. Hal yang sama juga diungkapkan Sahi (50) warga setempat, yang merasa kejatuhan rejeki dari langit. Sebab, selama ini rumah yang dihuni sering bocor. Apalagi ketika ada angin puting beliung yang sering menimpa Desanya. Meskipun tidak terlalu besar, tapi setidaknya dengan bangunan gedung akan lebih tenang bila hujan datang. ( Ren, Esha )