Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-09-2018
  • 555 Kali

Rokok Ilegal Marak Beredar, Pemkab Galakkan Pencegahan

Media Center, Selasa ( 25/09 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep terus melakukan berbagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada masyarak melalui kegiatan sosialisasi.

“Kabupaten Sumenep termasuk salah satu daerah peredaran rokok ilegal tertinggi di Jawa Timur, sehingga dengan kegiatan sosialisasi cukai bisa menyadarkan masyarakat tidak memproduksi atau pun mengedarkan rokok tanpa cukai atau rokok ilegal,” kata Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. Carto, MM mewakili Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Sosialisasi Ketentuan Di Bidang Cukai di Hotel Utami Sumekar, Selasa (25/09).

Ia berharap, melaui kegiatan sosialisasi itu peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi tentang pemberantasan barang kena cukai ilegal atau produk rokok ilegal, bahkan menyampaikan informasi kepada pihak terkait, apabila menemukan ada oknum melanggar ketentuan cukai.

“Itu dilakukan agar masyarakat, khususnya masyarakat perokok untuk tidak merokok yang termasuk rokok ilegal, sebab termasuk perbuatan melawan hukum,” imbuhnya.

Carto mengungkapkan, pelanggaran di bidang cukai terjadi akibat beberapa faktor, diantaranya konsentrasi pengawasan cukai masih dilakukan di daerah produsen barang kena cukai, sementara jalur distribusi dan pemasarannya masih belum optimal.

“Peran serta masyarakat terhadap pemberantasan barang kena cukai ilegal juga masih belum maksimal, sehingga diharapkan semua elemen bersama-sama memberantas peredaran rokok ilegal itu,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Mustangin menyampaikan, maraknya peredaran rokok ilegal akibat rokok legal harganya mahal, sehingga masyarakat perokok membeli rokok ilegal, sebab harga rokok itu sangat murah dibandingkan rokok legal.

“Kebijakan menaikkan tarif cukai rokok berdampak kepada harga rokok naik, yang menyebabkan maraknya peredaran rokok ilegal yang menjadi kebutuhan masyarakat perokok ilegal, sebab harganya lebih murah,” pungkasnya. ( Yasik, Esha )