News Room, Senin ( 17/09 ) Sebanyak 12 Kelompok Tani di 12 Desa yang ada di 11 Kecamatan di Kabupaten Sumenep mendapat Bantuan Penguatan dan Pengembangan Serta Penyelamatan Sapi Betina Produktif Program Pengendalian Sapi Betina Produktif melalui APBN Tahun 2012 sebesar total 4,2 Milyar. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, M.Si ketika memberikan sambutan pada acara penyerahan secara simbolis Bantuan Penguatan dan Pengembangan Serta Penyelamatan Sapi Betina Produktif, menegaskan, kelompok penerima bantuan harus betul-betul amanah dan melaksanakan program batuan dengan baik. Hal tersebut ditegaskan mantan Inspektur Kabupaten Sumenep ini di hadapan para pengurus kelompok tani penerima, Kepala Desa dan Camat di Ruang Rapat Arya Wiraraja Kantor Bupati Sumenep, Senin (17/09). “Saya harapkan pengurus harus terbuka dan transparan dalam pengelolaan bantuan penguatan dan pengembangan serta penyelamatan sapi betina produktif, sehingga tidak ada persoalan dikemudian hari.”ujarnya. Jadi tegas Moh. Saleh para pengurus harus memiliki komitmen untuk betul-betul ingin mengembangkan usaha sapi para anggota kelompoknya. Sebab, Pemerintah Pusat hingga daerah telah banyak memberikan bantuan khususnya program peternakan agar usaha masyarakat terus berkembang. Karena itu pengawasan oleh semua pihak, termasuk tim teknis di bawah maupun pendamping harus betul-betul memantau dengan baik kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing kelompok. Serta harus terus terjalin komunikasi agar tidak sampai terjadi penyimpangan yang nantinya akan berurusan dengan pihak kempolisian dan sebagainya. Sementara Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep, Ir. Arief Rusdi menjelaskan, tujuan bantuan penguatan dan pengembangan serta penyelamatan sapi betina produktif untuk mempertahankan serta mendorong para peternak agar terus mengembang biakkan sapi atau kerbau dengan melakukan usaha pembibitan serta mencegah pemotongan sapi, memperbaiki produktifitasnya, medororng identifikasi dan untuk menginventarisasi sapi betika produktif. Dijelaskan dari 12 kelompok yang akan menerima bantuan penjaringan dan penyelamatan sapi betina produktif, yakni 6 kelompok, yang masing-masing kelompok menerima bantuan sebesar Rp. 500 juta serta 6 kelompok tani lainnya penerima bantuan penguatan sapi betina masing-masing kelompok sebesar Rp. 200 juta. “Realisasi pelaksanaan untuk pengembangan serta penyelamatan sapi betina produktif yakni untuk pembelian sapi 80 persen dari total bantuan dan maksimal 20 persen untuk operasional kelompok” jelasnya. Sedangkan untuk penguatan sapi betina juga 80 persen dan untuk operasionalnya maksimal 20 persen dari total bantuan. Sementara pencairannya dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama 30 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 30 persen. ( Ren, Fery )