Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-09-2006
  • 450 Kali

SAAT INI PERAN GURU MULAI TERANCAM

Sumenep-Kominfo News Room : Peran guru sebagai seorang tenaga pendidik di lingkungan sekolah, akhir-akhir ini mulai terancam dengan adanya lembaga les privat. Maklum saja, mentor les privat ini kebanyakan berasal dari mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama. Kepala Bidang Diklat Fungsional, Drs. Eka Tjahyono, M.Si, saat menutup “Diklat Guru Mata Pelajaran Matematika bagi Guru di lingkungan Madrasah Aliyah Kabupaten/Kota se Jatim 2006”, di Badan Pendidikan dan Pelatihan Balongsari Surabaya, Rabu (13/09) mengatakan, guru jangan sampai tertinggal dan tersaingi dengan mentor itu. Karena itu seorang guru harus selalu mengikuti perkembangan zaman serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Apalagi fasilitas yang diberikan lembaga les privat itu sangat memadai. Hanya dengan Rp. 25.000,00 sekali datang, siswa bisa memilih mentornya yang diinginkan, mau dari PTN mana. Kalau tidak senang dengan mentornya, siswa tinggal minta ganti. Selain itu, mentor yang disediakan berasal dari PTN kenamaan. Di antaranya UNESA Surabaya, UNAIR Surabaya, ITS Surabaya, bahkan ada yang berasal dari UNIBRAW Malang. “Yang saya takutkan, lembaga sekolah ini hanya digunakan untuk mencari ijazah saja, tanpa mengikuti pelajarannya. Karena di lembaga itu mereka bisa mendapatkan ilmu dengan sangat intens,” katanya. Dia melanjutkan, jangan sampai guru tertinggal jauh dengan muridnya. Mengingat pendidikan tidak hanya didapatkan dari bangku sekolah saja. Dari internet pun siswa bisa mendapatkan informasi apa yang diinginkan dengan cepat. “Dengan hitungan detik saja, informasi yang dibutuhkan sudah didapatnya,” ujarnya. Ia berharap, agar guru segera mengejar ketertinggalannya sesegera mungkin. Kalau bisa dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang mulai diterapkan saat ini, guru bisa lebih inovatif dan kreatif. “Kalau bisa rubah cara mengajar yang dianggap membosankan, karena di MBS guru diberi kebebasan untuk mengajar,” tuturnya. Sementara sambutan tertulis Kepala Badiklat Jatim, Drs. Sjahrazad Masdar, MA yang dibacakan Kabid Diklat Fungsional ini menjelaskan, dengan diklat guru bisa memetik tiga manfaat penting. Pertama, terhadap peningkatan kompetensi dan profesionalisme individu selaku staf pengajar. Kedua, terhadap peningkatan kualitas pembelajaran yang berdampak pada peningkatan kemampuan siswa. Ketiga, terhadap peningkatan kinerja serta kualitas sekolah tempatnya bertugas. Masdar berharap, ilmu yang diperoleh di Badiklat ini bisa diimplementasikan sekaligus dikembangkan pada pelaksanaan tugas di tempat kerja. Sehingga ilmu yang didapat ditambah dengan komitmen dan loyalitas serta dedikasi sebagai seorang guru terhadap dunia pendidikan dapat terpenuhi. Dia mengatakan, guru dianggap sebagai ujung tombak terwujudnya masyarakat yang cerdas dan trampil, sehingga pengetahuan, ketrampilan, serta sikap perilakunya menjadi salah satu tolok ukur. Apalagi setelah diterapkan manajemen berbasis sekolah dan kurikulum berbasis kompetensi, tanggung jawab serta beban tugas guru semakin menuntut kompetensi yang tinggi serta dedikasi dan integrasi yang teruji. Seorang guru juga harus memiliki sikap yang responsif dan apresiatif terhadap berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dibidang kependidikan. “Diklat ini merupakan bagian dari upaya serius Pemerintah Propinsi Jatim untuk secara berkelanjutan melaksanakan program-program penigkatan kompetensi guru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat madrasah aliyah,” tukasnya. ( JNR, Soek, Esha )