News Room, Sabtu ( 07/09 ) Sahuri (30), warga Desa Gadding, Kecamatan Manding, diserang kawanan bertopeng ketika melintas di jalan Desa/Kecamatan Manding. Saat itu, Sahuri sedang mengendarai sepeda motor bersama istrinya Nurhasanah. Tiba-tiba ketika melintas di Dusun Caremeh, Desa/Kecamatan Gapura, dihadang empat orang bertopeng. Tanpa basa-basi kawanan bertopeng itu langsung menyerang korban dengan memakai senjata tajam (sajam). Akibatnya, korban mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya dan luka menganga dipipi sebelah kanan serta kiri. Melihat suaminya terkapar diserang kawanan bertopeng, Nurhasanah berteriak minta tolong dan membuat warga berdatangan. Karena takut diserang warga, para pelaku akhirnya melarikan diri. Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Kapolsek Gapura, AKP Suwarno, menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus penyerangan terhadap Sahuri, karena para pelaku mengenakan topeng, sehingga sulit dikenali. "Kasus ini masih dalam penyelidikan. Dan pelaku sulit dikenali karena memakai topeng,"katanya. Untuk motif tindak kriminal kawanan bertopeng itu, lanjut Suwarno, juga masih dalam proses penyelidikan. "Motif penyerangan para pelaku bertopeng tersebut masih kami ungkap, dengan memintai keterangan istri korban. Apakah murni perampokan atau motif lainnya,"terangnya. Sementara berdasarkan penuturan Nurhasanah, yang merupakan warga Desa/Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang mengaku jika dirinya kawin lari dengan korban. Dan, sekarang sedang mengurus surat keterangan nikah. "Kita memang kawin lari, tapi untuk menghindari persoalan di keluarga suaminya, maka kami memilih mengontrak di Dusun Caremeh, Desa/Kecamatan Gapura,"ungkapnya. ( Nita, Esha )