Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-12-2013
  • 1025 Kali

Said Abdullah, Kedatangan SBY Bisa Kembalikan Kekayaan Madura

News Room, Senin ( 02/12 ) Rencana kedatangan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kabupaten Sumenep, pada tanggal 4 hingga 5 Desember besok, diharapkan bukan kepentingan politik yang berujung pengerukan kemiskinan di Bumi Pulau Garam Madura ini. Faktanya, wilayah Pulau Madura, khusunya di Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan minyak dan gas (migas) tak ternilai. Namun, hasil bumi itu justru tidak berbanding lurus dengan kondisi ekonomi masyarakat. Pemerintah pusat terkesan hanya mengeruk kekayaan daerah yang mempunyai potensi Migas. Akibatnya, kondisi ekonomi masyarakat semakin terpuruk. Anggota DPR RI asal Sumenep, MH. Said Abdullah, berharap kedatangan Presiden RI ke Sumenep ini bisa mengembalikan kekayaan Bumi Sumenep yang dihasilkan dari migas. Sebab, jika dibandingkan antara potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Sumenep dengan peningkatan ekonomi masyarakat sangat tidak sebanding. “Kita ketahui hasil migas di Bumi Sumenep sangat besar, tapi apa yang diterima masyarakat Sumenep, hanya konflik antar sesama warga. Kondisi ekonomi masyarakat tetap saja tidak ada peningkatan. Mudah-mudahan kedatangan Presiden RI nanti, bisa mengembalikan hak-hak masyarakat Sumenep sebagai penghasil migas,”tandas Said Abdullah, ketika melakukan Sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Sumenep, kemarin (01/12). Menurutnya, perundang-undangan soal migas ternyata tidak berpihak pada daerah penghasil, seperti di Sumenep dan Madura pada umumnya. “Hal itu bisa dilihat dari perolehan Participating Interest (PI). Masak untuk mendapatkan PI dari eksploitasi migas sebesar 10 persen, Pemkab Sumenep harus "mengemis". Mestinya kan hak daerah penghasil, bukan bayar 10 persen baru mendapat haknya. Kalau kayak gitu sama hanya dengan penyertaan modal namanya,”terangnya. Jika aturan tersebut terus dibiarkan tanpa adanya perubahan, dipastikan kondisi perekonomian masyarakat di daerah penghasil migas tidak akan terangkat. Karena hasil bumi dikeruk untuk kepentingan pusat dan nasional. Sesuai data, di Sumenep terdapat beberapa perusahaan migas yang sudah melakukan eksploitasi maupun masih eksplorasi migas, seperti PT. Kangean Energy Indonesia (KEI) di Sapeken, dan PT. Santos Madura Offsort di Giligenting, serta Sumur ENC-1 milik PT. Energy Mineral Langgeng (EML) di Saronggi. ( Nita, Esha )