Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-03-2011
  • 450 Kali

Sakit Menahun, Bapak 3 Anak Nekat Terjun Bebas Ke Laut

News Room, Jum’at ( 18/03 ) Penyakit empedu selama bertahun-tahun yang diderita Saing (51), warga Desa Sakala, Kecamatan Sapeken, membuatnya nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun kelaut. Dalam sekejap, tubuh bapak 3 anak ini hilang ditelan ombak. Menurut keluarga korban, Moh. Ali, kejadian tersebut saat korban dalam perjalanan pulang usai berobat dari paranormal di Kecamatan Saronggi. “Setelah berobat, korban pulang bersama 3 anak dan istrinya Sumiati (40), melalui Pelabuhan Kalianget menggunakan KM. Monaika Indah yang dinakhodai Mulyadi (40), warga Pagerungan Besar, Sapeken. Mungkin korban stress, karena memikirkan penyakitnya, akhirnya ia meloncat lewat jendela kapal,”kata Ali, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Jum’at (18/03). Ali menjelaskan, korban nekat terjun bebas ke laut dalam perjalanan sekitar 10 jam atau sekitar perairan Desa Goa-goa, Kecamatan Raas. “Hingga saat ini, tubuh korban masih dinyatakan hilang. Dicari-cari belum ditemukan,”terangnya. Sementara Kapolsek Sapeken, AKP Turmudzi membenarkan kejadian tersebut. “Kenekatan korban diduga stress akibat mengalami sakit bertahun-tahun dan sampai saat ini belum ditemukan,”ujarnya. Turmudzi mengungkapkan hingga saat ini pihaknya terus melakukan pencarian korban serta melakukan koordinasi dengan Polsek Raas yang menjadi TKP. “Tapi, sampai sekarang belum ada tanda-tanda keberadaan mayat korban,”pungkasnya. Sedangkan, Kapolsek Raas, Iptu Sujito, mengatakan, pencarian terhadap korban tidak bisa dilanjutkan mengingat cuaca laut yang tidak kondusif. “Namun, kami sudah minta masyarakat yang menemukan mayat ditepi pantai dengan ciri-ciri seperti korban, supaya memberitahukan pada Polsek Raas,”ungkapnya. ( Nita, Esha )