Sumenep-Kominfo News Room : Pencerahan di bidang pendidikan harus terus digalakkan untuk menyambut Industrialisasi Madura pasca pembangunan jembatan Suramadu. Koordinator Taman Sains Ghai’ Bintang, Januar Herwanto, menegaskan hal itu, saat ditemui disela acara Workshop Fisika, di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Selasa (11/09) pagi kemarin. Januar menegaskan, masyarakat Madura umumnya harus meniru apa yang telah dilakukan masyarakat Batam. Mereka bisa menjadi menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Dan salah satu kunci keberhasilan mereka adalah peningkatan mutu dan kualitas di bidang pendidikan. Menurut Januar, workshop yang digelar tersebut merupakan salah satu bentuk nyata untuk mempersiapkan diri menghadapi industrialisasi Madura pasca Suramadu. Dalam workshop tersebut guru dan murid saling berinteraksi membuat alat peraga Fisika. Januar menambahkan, akan sulit bagi anak untuk memahami ilmu penegetahuan bidang Fisika, tanpa membaca, meraba, mempraktikkan dan merasakan hasil karya bidang Fisika. Fisika bisa dipahami dengan praktik, bukan hanya dari tulisan dan penjelasan guru di depan Kelas. Dalam workshop tersebut, guru dan murid diajak untuk membuat alat peraga seperti kompas, medan magnet, cara kerja Radio, motor listrik sederhana, tabung Boyle dan tabung Berneolli, elektroskop, Cakram Newton, dan Pipa Organda. Kegiatan Workshop Fisika dipandu oleh Tjandra Heruawan, Pemenang Lomba Kreativitas Guru LIPI 2002; Teacher Contest 2003 JICA-UPI Bandung, dan Science is Fun Competition dari Australian Education Center tahun 2005. ( Adjie, Esha )