Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-11-2006
  • 628 Kali

SANTRI DILATIH PENANGGULANGAN HIV/AIDS

Sumenep-Kominfo News Room : HIV/AIDS sebagai penyakit yang membahayakan, akan berjangkit kepada siapa saja, tidak terkecuali masyarakat santri. Ungkap Kasie Penamas Kandepag Kabupaten Sumenep, Drs. H. Idham Chalid, MH di ruang kerjanya kemarin, selaku pelaksana program Pelatihan Penanggulangan HIV/AIDS bagi pengasuh dan santri Pondok Pesantren. Program Unicef kerjasama dengan Depag, Dinkes dan Bappeda Kabupaten Sumenep tahun 2006 ini, menurut Idham Chalid dilaksanakan secara beranting, yang sebelumnya secara bersama para santri dan pengasuh dipertemukan dalam satu forum, dalam format pelatihan Penyegaran bagi Pengasuh (06/11), Pelatihan bagi Pengasuh Baru (08-11/11), Pelatihan Penyegaran Pendidik Sebaya Pontren (13/11), Pelatihan Pendidik Sebaya bagi Santri Pontren, Angkatan I dan II (13 dan 14-16/11), dan Persiapan Pembentukan Kelompok Peduli HIV/AIDS (25/11). Acara yang berlangsung di Aula Kandepag itu disampaikan materi-materi yang behubungan dengan perkembangan dan fenomena HIV/AID, diikuti dengan antusias oleh para santri. “Kita mencoba memberi pemahaman dan menghilangkan persepsi, bahwa santri selalu tersebut dari HIV/AID, karena lahirnya penyakit itu, kadang menjangkit meski tanpa sadar melalui kontak fisik dalam penularannya”, ungkap Idham Chalid. Selain itu kata Idham, masalah HIV/AID adalah masalah yang berkaitan dengan prilaku. Upaya pencegahannyapun harus dikaitkan dengan prilaku. Upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS terganfung dari pengetahuan tentang HIV/AIDS, sikap dan prilaku terhadap HIV/AIDS. “Masyarakat pesantren sangat strategis untuk memahami hal itu”. Sebagai implmentasinya, santri yang nantinya akan terjun ke masyarakat, diharapkan dapat memberi informasi yang lebih terbuka. Sebab menurut Idham Chalid, santri mempunyai prospek yang bagus sebagai kekuatan dalam menanamkan keyakinan kepada masyarakat. ( Syaf, Esha )