News Room, Sabtu ( 28/06 ) Sebagai kota santri Kabupaten Sumenep harus terus melakukan pembersian terhdap berbagai dampak negatif yang akan menggerogoti masyarakat Sumenep, khususnya pada kalangan generasi muda, seperti penyalah gunaan narkoba, serta obat-obatan terlarang hingga perilaku menyimpang lainnya. Aktifis Pegiat Anti Narkoba di Sumenep, Azam Khan, SH kepada News Room berharap, Kabupaten Sumenep yang dikenal dengan Kota Santri dan memiliki budaya religius, jangan sampai ternoda dan hancur gara-gara peredaran narkoba yang terus menggerogoti Bumi Sumekar ini. “Karena itu, mari kita bersama-sama melakukan pemberantasan secara bersama-sama yang dimulai dari diri sendiri, instansi terkait, para pejabatnya, serta dilingkungan masyarakat harus melakukan perang terhadap bahaya narkoba,”ujarnya. Untuk itu, tegas pria berdarah Pakistan ini berharap kepada pemerintah, khususnya bagi penentu kebijakan maupun penegak hukum mulai pusat hingga daerah, betul-betul serius melakukan pemutusan terhadap rantai jahat peredaran narkoba yang sudah mulai masuk di berbagai penjuru. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dengan serius melakukan tes urine terhadap para pejabat, mulai Bupati hingga Kepala Desa dinilai Azam merupakan langkah baik. Dan itu diharapkan juga ditiru oleh lembaga pemerintah lainnya, seperti anggota DPRD maupun pihak aparat sendiri, mulai dari kepolisian, Kejaksaan hingga Pengadilan. Dan itu harus dilakukan dengan pendekatan yang baik. Bahkan, pihaknya sebagai lembaga swadaya masyarakat, malam Minggu nanti akan menggelar kegiatan aksi anti narkoba dengan tema “Berangus dan Ganyang Narkoba serta Muliakan Anak Yatim Piatu” yang digelar di Lapangan Gotong Royong Sumenep. “Kegiatan ini merupakan 2 moment berbeda, satu peringatan menghindari kriminal, dan satunya untuk mengingatkan kita kepada tuntunan sunnah Rasul untuk memuliakan dan menyantuni anak yatim piatu,”pungkasnya. ( Ren, Esha )