News Room, Rabu ( 02/02 ) Penderita penyakit Dipteri sebagai infeksi akut yang disebabkan oleh Corynebacterium Diphteriae, di Kabupaten Sumenep dari tahun ke tahun terus bertambah. Sesuai data di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, untuk tahun 2010, tercatat 17 warga terserang Dipteri, dan 6 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan, pada tahun 2009, penyakit tersebut menyerang 15 penderita dengan 1 orang meninggal dunia. Kepala Bidang Pengendali Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Sukirman mengakui, jika jumlah penderita Dipteri tiap tahunnya cenderung meningkat. “Penyebaran penderita merata disetiap Kecamatan, utamanya wilayah daratan Sumenep. Penyebabnya, karena imunisasi tidak lengkap,”katanya. Penyakit ini, kata Sukirman, memang menyerang kekebalan tubuh, sehingga bagi balita yang tidak diimunisasi atau tidak lengkap, biasanya rentan terserang bakteri tersebut. “Imunisasi bagi balita penting dilakukan, guna menjaga kekebalan tubuh. Apalagi, disaat kekebalan tubuh menurun penularan penyakit itu sangat mudah, yakni dengan komunikasi saja bisa menular,”ujarnya. Sukirman juga mengungkapkan, saat ini pihaknya terus melakukan kegiatan surveylan (pengamatan), utamanya pada orang-orang terdekat dengan penderita dan mengambil sample usap tenggorokan dan usap hidung untuk dicek. “Kalau hasilnya positif, berarti dia dianggap sebagai carier (pembawa bakteri dipteri). Hanya saja, pengecekan itu butuh biaya besar, karena harus dibawa ke laboratorium Rumah Sakit Daerah (RSD) Surabaya,”ungkapnya. Diharapkan, tahun ini kasus Dipteri bisa ditekan seminimal mungkin, berbagai upaya akan dilakukannya demi mewujudkan keinginan tersebut. “Jangan sampai, penderita Dipteri pada tahun 2011 ini bertambah dibandingkan tahun 2010 lalu,”pungkasnya. ( Nita, Esha )