News Room, Rabu ( 05/12 ) Sebanyak 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep perlu dilakukan perbaikan, karena 3 perusahaan daerah itu tidak memberikan kontribusi yang maksimal kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ke 3 BUMD yang dinilai kurang sehat itu adalah PT. Sumekar Line, PT. Wira Usaha Sumekar (WUS), dan PD. Sumekar. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, M.Si mengatakan, perbaikan bagi 3 BUMD itu perlu dilakukan diberbagai sisi, termasuk managemen, jajaran direksi dan kondisi keuangan. “3 perusahaan daerah milik Pemkab Sumenep ini, selama ini belum bisa menambah PAD. Jadi, sudah seharusnya diperbaiki diberbagai sisi, karena selama ini, 3 perusahaan itu belum maksimal,”kata Sekda Sumenep, Rabu (05/12). Menurut Sekda, sesuai komitmen Pemkab, sejumlah BUMD di Sumenep ini agar terus berkembang dan dapat memberi kontribusi yang baik terhadap peningkatan PAD ditahun-tahun yang akan datang, sehingga pembangunan di Sumenep lebih maju. “Kometmen kami bersama, semua perusahaan milik daerah di Sumenep ini terus dipacu agar lebih meningkat sehingga dapat menyumbang terhadap PAD secara maksimal. Sebab, dengan peningkatan di sejumlah perusahaan itu akan berkontribusi yang baik terhadap pembangunan Sumenep kedepan,”terangnya. Kurang sehatnya perusahaan milik daerah ini, kata Sekda, merupakan hasil penilaian Tim Evaluasi BUMD. “Hasilnya memang sebagian besar perusahaan perlu melakukan perbaikan, seperti yang terjadi pada PT. Sumekar Line, PT. Wira Usaha Sumekar, dan PD. Sumekar. Dari 3 perusahaan tersebut, pendapatannya belum sesuai dengan harapan bersama, sebab kontribusinya terhadap PAD setiap tahunnya belum mencapai target, bahkan kondisi keuangannya kurang sehat,”ujarnya. Pemkab Sumenep memiliki sejumlah BUMD, diantaranya PT. Sumekar Line yang bergerak dibidang transportasi laut, PT. Wira Usaha Sumekar (WUS) yang bergerak dibidang bengkel mobil dan SPBU, dan PD. Sumekar bergerak dibidang obat-obatan dan PDAM bergerak dibidang penyediaan air minum, serta Bank BPRS Bhakti Sumekar bergerak dibidang per-bankan. “Dari 5 BUMD itu yang dianggap sudah berkembang, yaitu Bank BPRS Bhakti Sumekar. Karena BPRS tersebut pendapatan setiap tahunnya mencapai target, seperti di tahun 2012 mencapai Rp. 4,2 milyar dari target Rp. 4,1 miliar,”ungkapnya. ( Nita, Esha )