News Room, Rabu ( 25/03 ) Harga elpiji ukuran 3 kilogram di sejumlah Kecamatan daratan di Sumenep, dalam beberapa hari ini banyak yang menjual lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni sebesar Rp. 14.000,00.
Harga elpiji di sejumlah tempat tidak sama, mulai Rp. 17.000,00 hingga Rp. 19.000,00 per-tabung. Seperti halnya di Kecamatan daratan paling timur di Kecamatan Kalianget, harga elpiji per-tabung mencapai Rp. 17.000,00.
Sedangkan di Kecamatan paling barat, di Kecamatan Pasongsongan harga elpiji yang bersubsidi ukuran 3 kilogram itu hingga mencapai Rp. 19.000,00.
Menurut Yana, warga Desa Kalianget Timur mengakui, naiknya harga elpiji itu terjadi sejak satu pekan terakhir. Bahkan, selain lebih mahal, stoknya pun sulit dicari. Padahal, HET elpiji ukuran 3 kilogram di Sumenep, baik dataran maupun kepulauan sebesar Rp.14.000,00 per-tabung. Karena itu, pihaknya berharap ada pemantauan terhadap distribusi elpiji.
Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Sumenep, Moh. Hanafi, SIP kepada wartawan, Rabu (25/02) mengaku kesulitan melakukan pemantauan terhadap pendistribusian elpiji ukuran 3 kilogram. Akibatnya, harga melampaui HET.
“Diakui, tingginya harga elpiji di sejumlah wilayah Sumenep merupakan dampak dari sistem pendistribusiannya,”ungkapnya.
Karena itu diakui, pihaknya kesulitan memantau pendistribusian elpiji di Sumenep, karena sistem yang dipakai distribusi rayon. Jadi, agen dari Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan bisa masuk ke Sumenep, sehingga pihaknya tidak bisa mengendalikan harga elpiji. ( Ren, Esha )