News Room, Jumat ( 14/02 ) Sejak pagi tadi, Jumat (14/02) masyarakat Sumenep sudah mulai merasakan dampak dari letusan abu vulkanik gunung Kelud. Masyarakat Sumenep tidak menerima himbauan dari pihak terkait, atas bahaya dari abu vulkanik, maupun himbauan untuk memakai pelingdung pernafasan (masker). Terlihat di sejumlah apotek dan mini market yang ada wilayah perkotaan ini, persediaan masker sudah habis. Seperti Apotek Kamboja langsung memberikan tulisan dengan kertas yang bertuliskan "Masker Habis". Saya bingung mas harus nyari kemana lagi, semua apotek termasuk apotek di rumah sakit juga kehabisan stock masker,”keluh Suhri asal Kelurahan Pajagalan. Salah seorang pegawai dari Apotek Kamboja yang beralamat di jalan Kamboja Kelurahan Pajagalan tersebut menjelaskan, bukan kami tidak menyediakan stock banyak. Tapi sudah sejak tadi pagi orang banyak membeli dengan jumlah besar. Bukan hanya di apotek, sejumlah mini market stock masker juga terlihat kosong. ( Yo2k, Esha )