News Room, Senin ( 12/03 ) Kondisi riil seperti sekarang, harus dihadapi dengan lapang dada, terutama sekali menghadapi naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk itu pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar memiliki usaha prospek. Salah satunya melalui Pemanduan dan Bimbingan Usaha Mandiri Tenaga Kerja Mandiri Terdidik (TKMT). Seperti halnya yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten sumenep, melalui program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2012 kepada 18 peserta TKMT yang sebelumnya terjaring dari 65 pemohon. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Didik Untung Samsidi, MM, pada pembukaan TKMT di Hotel Sumekar Sumenep, Senin (12/03) mengungkapkan, dengan pembinaan dan pelatihan TKMT tersebut diharapkan mampu mencetak para usahawan muda, sehingga mampu mengurangi pengangguran dan peningkatkan usaha dari sebelumnya. “Karena itu, selama mengikuti bimbingan para peserta harus betul-betul menyerap materi dengan baik, sehingga dapat menerapkan untuk mengembangkan usahanya,”ujarnya. Sementara Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Kabupaten Sumenep, Fatah Zamani, S.Sos, menjelaskan, kegiatan pembinaan TKMT diikuti 18 peserta dari berbagai jenis usaha, seperti halnya usaha kue, bordil, menjahit, sablon dan sebagainya. Selama enam hari sejak hari ini mereka akan mendapat bimbingan materi dari profesional yang ahli dibidangnya. Diantaranya materi kebijakan penempatan perluasan kerja, tata usaha keuangan, management kelompok, pembuatan proposal, post tes dan materi lainnya yang intinya untuk memberikan motivasi dan usaha mengembangkankan yang dijalani saat ini. ( Ren, Esha )