News Room, Senin ( 05/12 ) Seorang balita berumur 17 bulan, Wilda Kamilia Azizi, warga desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, menderita penyakit Hydrocephalus selama 14 bulan. Saat ini, Wilda sedang dirawat di ruang Zaal anak kelas III C, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Anak perempuan dari pasangan ibu Bundiyah (27) dengan ayah Sarwini (35) itu diketahui menderita penyakit pembesaran kepala itu sejak berumur 3 bulan. Balita dari pasangan keluarga kurang mampu itu saat ini dirawati di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Sarwini, ayah dari Wilda Kamilia Azizi mengatakan, awalnya pihaknya tidak mengetahui jika putrinya mengidap penyakit hydrocephalus, namun setelah berumur 3 bulan, ada perubahan dibagian kepala Wilda yang setiap hari terus membesar, sedangkan bentuk badannya bertambah kecil sehingga kedua orang tuanya mencurigai mengidap penyakit. “Awalnya dikepalanya itu ada benjolal, setelah kami perhatikan setiap hari terus membesar dan kalau dipegang, rasanya lembut,” kata Sarwini kepada wartawan diruang zaal anak RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Senin (05/12). Menurutnya, selama ini pihaknya menginginkan anak keduanya itu hidup layak seperti anak sebayanya. Namun, karena pihaknya tidak mempunyai biaya untuk berobat dan takut untuk dibawa kerumah sakit, akhirnya kedua orang tuanya itu memilih untuk berdiam dirumahnya sendiri. “Karena kami tidak mempunyai biaya, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya satu kali anak kami ini dibawa ke dokter. Untuk dibawa kerumah sakit, dimana kami mendapatkan biaya,”keluhnya sambil meneteskan air matanya. Sementara, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Susianto, M.Si mengatakan, anak penderita hydrocephalus itu baru masuk rumah sakit sejak Minggu (04/12) kemarin. “Penyakit yang diderita Wilda itu sudah lama bersarang dan harus melalui penanganan khusus. Sebenarnya ini sudah terlambat, tapi kami tetap tangani. Siapa tahu masih bisa diobati. Semoga saja bisa disembuhkan,”terangnya. dr. Susianto menjelaskan, karena penyakitnya dinilai sudah lama bersarang, pihaknya harus merujuknya ke rumah sakit Surabaya. Sebab, di Sumenep sudah tidak mampu untuk mengobatinya. “Sekarang kami sedang melengkapkan berkas-berkas pasien untuk dirujuk ke rumah sakit dr. Soetomo Surabaya. Kalau berkas-berkasnya sudah lengkap, nanti sore si Wilda itu akan dirujuk ke Surabaya,”ungkapnya. ( Nita, Esha )