News Room, Rabu ( 19/08 ) Pada semester pertama di tahun 2015, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, sudah mampu menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp. 3 milyar atau 60 persen dari target Rp. 5,8 milyar.
“Capaian PAD ini memang kita cicil kepada Pemkab Sumenep, namun diakhir tahun, yakni bulan Desember nanti, target PAD senilai Rp. 5,8 milyar harus terpenuhi,”kata Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Novi Sujatmiko, ST, CIRBD, Rabu (19/08).
Ia mengaku optimis target PAD akan terpenuhi, karena ditunjang dengan beberapa program sebagai andalan di Bank yang dipimpinnya. Dengan sisa sekitar Rp. 2,8 milyar, pihaknya akan bekerja secara maksimal memeuhi target PAD agar bisa terlampaui.
“Kami yakin, sisa PAD senilai Rp. 2,8 milyar bisa dipenuhi di akhir tahun nanti. Tiap tahun BPRS Bhakti Sumekar selalu melampaui target PAD, di tahun ini pun kami berupaya melampauinya,”terangnya.
Novi mengungkapkan, target PAD tahun ini mengacu pada hasil capaian kinerja keuangan tahun 2014 yang ditetapkan melaui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa sebesar Rp.11,8 milyar. Dan dari laba itu setoran PAD tahun 2015 senilai Rp. 5,8 milyar.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, target PAD tahun ini menurun sekitar Rp.100 juta. Kalau tahun 2014 target PAD sebesar Rp. 5,9 milyar namun tahun 2015 target PAD sebesar Rp. 5,8 milyar,”ungkapnya.
Menurunnya, target setoran PAD tahun ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya omset gadai di BPRS menurun, dan regulasi yang berakibat pada perolehan laba.
“Akan tetapi kendala yang kami hadapi sudah ditemukan jalan keluar, sehingga capaian target PAD tahun ini bisa tepenuhi,” pungkasnya menambahkan. ( Nita, Esha )