News Room, Senin ( 08/10 ) Cita-cita Kabupaten Sumenep sebagai Green City sangatlah rasional, mengingat penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kondisi saat ini di Kabupaten Sumeep masih sangat memungkinkan, karena sebagian besar wilayahnya masih berupa lahan terbuka yang potensial untuk dipertahankan dan dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si pada pada acara Pembukaan Seminar Penataan Ruang dengan tema “Green City For a Better Life” dalam rangka memperingati Hari Tata Ruang Kota, di Pendopo Agung Sumenep, Senin (08/10). Salah satu langkah yang akan dilakukan untuk mewujudkan Green City, yakni Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Sumenep 2011-1015. “Penataan ruang dan wilayah dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat, utamanya dalam pemeliharaan dan pengelolaan,”ujarnya. Disamping itu, Kabupaten Sumenep telah membangun Taman Asuh SKPD yang ada disebelah kanan-kiri jalan Propinsi di pintu masuk Kota Sumenep. Serta, secara berkelanjutan melakukan kegiatan penanaman pohon pada tanah yang kurang produktif dan pada sempadan jalan dan sungai. Kemudian Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menjadikan hari Jum’at sebagai hari tanpa kendaraan Dinas bagi PNS, selaras dengan tujuan meminimalkan pencemaran udara dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar minyak. Ditambahkan mantan Kepala Bappeda Sumenep ini, kalau di Surabaya ada kegiatan Green and Clean, Sumenep juga ada “Kampung Hijau” yang kami laksanakan di tahun 2012, dengan melibatkan masyarakat dari tingkat paling kecil hingga perkotaan dalam menjaga kualitas lingkungan. “Bahkan tahun ini Sumenep meraih penghargaan Adipura untuk keempat kalinya berturut-turut. Tentunya menjadi modal besar untuk memantapkan Sumenep sebagai Green City dimasa mendatang,”tambahnya. Sementara itu, pada seminar tersebut menghadirkan nara sumber Walikota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, MT, yang selama ini konsen dalam memperjuangkan tata ruang kota menjadi lebih clean dan green. Walikota yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menjadi populer ketika melakukan inovasi cemerlang menjadikan Surabaya semakin hijau, asri, dengan beragam taman dan aneka permainan fasilitas umum lainnya. ( Ren, Esha )