News Room, Jum’at (02/10) Selalu berkarya dengan kerajinan meubeler dan seni ukir sudah merupakan rutinitas sehari-hari bagi Slamet Readi (47th), Warga Desa Karduluk Kecamatan Pragaan. Bahkan, keterampilan yang sekaligus menjadi sumber penghasilan yang cukup bagus di Desanya tersebut bisa lebih mengangkat ekonomi masyarakat dan mengurangi pengangguran. “Kami tidak tahu pasti kapan seni ukir di Desa Karduluk ini mulai, Namun yang jelas sejak nenek moyang kami hampir semua secara alami dan turun terumun menjadi pengrajin seni ukir ini,†ujar Slamet Readi ketika ditemui News Room. Bahkan, ketika kerajinan seni ukir Karduluk tembus ke berbagai penjuru negeri maupun keluar negeri, para pengusaha meubeler disana menurut Suami Dalila ini, semakin berkembang. Sehingga, sekitar lebih dari 200 centra pengrajin seni ukir disana bisa dibilang sukses. Bahkan beberapa diantaranya sudah malang melintang dengan kegiatan pameran produk unggulan skala Nasional dan Internasional. Sementara itu, pemilik UD. Anugerah Meubel ini, juga mengaku sejak tahun 2005 lalu pihaknya sudah seringkali mengikuti pameran produk seperti di Bali, Jakarta dan berbagai tempat di Jatim sendiri. Slamet mengaku selama mengikuti pameran produk yang dbawah seperti Sofa Kraton, macam-macam kursi dan berbagai barang kerajinan lainnya tidak pernah dibawa pulang kembali, namun selalu ada yang membeli. Bahkan, biasanya sehabis pameran selalu ada yang pesan melalui brosur yang diberikan kepada para pengunjung. Saat ini diakui Slamet, usahanya sudah memiliki omzet sekitar Rp.400 juta dengan pekerja tetap dan tidak tetap sebanyak 15 hingga 25 orang. Pihaknya juga berharapa Pemerintah melalui Instansi terkait, seperti halnya yang selama ini sering memberikan pembinaan dan bantuan modal usaha serta pemasarannya, Seperti Dinas Koperasi dan UKM Sumenep hendaknya terus ditingkatkan. Sebab, bentuk perhatian semacam itu sangat penting agar centra pengrajin seni ukir di Sumenep semakin berkembang dan menjadi kebanggaan dan potensi Madura khususnya Kabupaten Sumenep. ( Ren )