Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-04-2008
  • 524 Kali

Seorang PNS Ditemukan Tewas Gantung Diri

News Room, Jum’at (11/04) Kenekatan seorang warga Dusun Karajjan, Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep, dengan mengakhiri hidupnya melalui gantung diri, mengundang perhatian dan tanda tanya besar bagi keluarga yang ditinggalkannya. Bahkan, membuat geger warga Desa Kebunan, sebab mayat yang diketahui identitasnya berinisial MI dan PNS Bagian Kasir di Inspektorat Kabupaten Sumenep itu, ditemukan tewas gantung diri di pintu kamar tidurnya, Kamis kemarin (11/04) sekitar pukul 15.30 WIB. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Nurul (32) dan Iskandar (23), kopanakan korban, ketika mau berkunjung ke rumah korban. Kemudian, keduanya mengaku sangat heran, sebab tidak biasanya rumah tersebut tidak ada penghuninya, sehingga mereka mengintip dari kaca untuk memastikan, apakah semua penghuni rumah sedang ada atau tidak berada di dalam. Namun, pada saat keduanya melihat situasi dalam rumah dari kaca, bagaikan disambar petir, paman mereka sudah terbujur kaku gantung diri, menggunakan kerudung warna orange. Dengan kondisi panik, keduanya bersama warga setempat terpaksa membongkar paksa pintu masuk, karena terkunci rapat dari dalam, untuk berusaha menolong korban, tapi korban sudah meninggal dunia, dengan kondisi mengeluarkan darah dari mulut. Dengan adanya pertistiwa itu, maka warga langsung melaporkan ke Polsek Kota. Namun, aparat kepolisian tidak bisa berbuat banyak, hanya mengevakuasi tubuh korban. Karena, keluarga korban menolak dilakukan otopsi, untuk memastikan apakah korban murni gantung diri atau tidak. Kemudian aparat menyita barang bukti berupa kerudung, yang dipakai korban gantung diri. Kepala Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep, Abdurrahman mengatakan, untuk menjaga hal-hal yang akan terjadi dikemudian hari, maka seluruh keluarga korban akan dimintai tanda tangan, dengan pernyataan untuk tidak persoalkan kematian korban. ”Dengan tanda tangan dari keluarga korban, berarti sudah ada jaminan tidak akan ada masalah, sebab mereka menolak dilakukan otopsi,” tegasnya. Sementara itu, Inspektur Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Saleh, M.Si mengaku sangat terkejut dengan kejadian itu. Sebab, pagi hari sebelum peristiwa itu terjadi, korban masih sempat masuk kantor, dan tidak menunjukkan hal-hal yang aneh. Menurut Saleh, selama ini korban tidak pernah mempunyai masalah di kantor. “Ya, dia selaku kasir baik-baik saja, tidak memiliki persoalan dengan siapapun.” ujarnya. ( Nita, Esha )