News Room, Selasa ( 08/04 ) Sekitar 280-an Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sumenep, mulai tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Pengawas Pemilu Lapangan (PPL), Selasa (08/04) pagi, melakukan konvoi keliling Kecamatan Kota Sumenep. Sambil mengendarai kendaraan bermotor roda 4 dan 2, mereka menyuarakan pemilu damai kepada masyarakat setempat. Ketua Panwaslu Kabupaten Sumenep, Zamrud Khan mengatakan, kegiatan ini sebagai seruan moral kepada masyarakat terkait Pemilu Legislatif (Pileg), 9 April besok. "Kami menyuarakan pada masyarakat, agar menolak politik uang, tolak golput, dan laporkan setiap pelanggaran ke Panwaslu, baik ke tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun tingkat Desa di Kabupaten Sumenep. Pileg kali ini harus berlangsung jujur dan damai,"kata Zamrud, Selasa (08/04). Melalui kegiatan ini, lanjut Zamrud, pihaknya ingin mengajak masyarakat yang memiliki hak suara untuk menyalurkan pilihannya di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tanpa adanya paksaan atau karena imbalan apapun. "Gunakan hak pilih sesuai pilihan. Saatnya masyarakat menentukan siapa yang akan diusung menjadi wakilnya sebagai anggota DPR mulai Kabupaten, propinsi maupun pusat, untuk 5 tahun kedepan,"terangnya. Zamrud menungkapkan, selama masa kampanye panwaslu Sumenep belum menangani kasus politik uang. "Tapi, untuk informasi adanya politik uang ada, nah ketika diklarifikasi oleh Panwas Kecamatan, masyarakat masih menutupinya. Makanya kita kesulitan dalam mengungkap kasus tersebut,"ungkapnya. Jumlah anggota Panwaslu se Kabupaten Sumenep sebanyak 1.140 orang, namun yang ikut konvoi hanya perwakilan sekitar 280-an pengawas. Kegiatan ini dikawal oleh aparat Polres Sumenep. ( Nita, Esha )